Breaking News

Pengelingsir Desa Adat Budakeling Apresiasi Polres Karangasem atas Pengungkapan Cepat Kasus Pencurian di Grya

Karangasem - Bali berkabar.id | Pengelingsir (Tokoh) Desa Adat Budakeling, Ida Made Dipta, memberikan apresiasi tinggi kepada Polres Karangasem atas keberhasilan mengungkap kasus pencurian di sejumlah Grya yang ada di wilayah Budakeling dalam waktu yang singkat.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Ida Made Dipta saat hadir dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Kapolres Karangasem AKBP I Made Santika, S.H., S.I.K., M.I.K., di Mapolres Karangasem, Jumat (12/6/2026).

Ida Made Dipta mengungkapkan bahwa aksi pencurian yang menyasar sejumlah Grya di wilayah Budakeling telah menimbulkan keresahan yang mendalam di kalangan masyarakat, khususnya mengingat yang dicuri merupakan barang-barang sakral dan bernilai tinggi milik para pendeta Hindu.

"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kinerja Polres Karangasem yang berhasil mengungkap kasus ini dalam waktu yang sangat singkat. Ini menjawab keresahan dan kekhawatiran masyarakat Budakeling yang selama ini merasa tidak aman," ungkap Ida Made Dipta.

Keberhasilan Polres Karangasem mengungkap kasus pencurian di Grya Budakeling dalam waktu singkat dinilai sebagai bukti nyata profesionalisme dan keseriusan aparat kepolisian dalam menangani kasus yang meresahkan masyarakat, terutama yang menyangkut kesakralan dan kehormatan tempat suci.

Ida Made Dipta juga menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini memberikan rasa lega dan ketenangan kepada seluruh masyarakat Budakeling, khususnya para pandita dan keluarga Grya yang menjadi korban.

Ida Made Dipta juga menegaskan bahwa tersangka yang merupakan residivis dari keluarga besar Geria Budakeling telah mendapat sanksi adat yang tegas. Pelaku resmi dikucilkan oleh Desa Adat Budakeling dan tidak lagi diakui sebagai bagian dari keluarga besar Geria.

"Perbuatan tersangka tidak hanya melanggar hukum negara, tetapi juga telah mencoreng kehormatan dan kesucian adat istiadat Budakeling. Sanksi adat yang diberikan merupakan bentuk penegasan bahwa tindakan seperti ini tidak dapat ditoleransi oleh masyarakat adat kami," tegas Ida Made Dipta.

Ida Made Dipta berharap keberhasilan Polres Karangasem dalam mengungkap kasus ini dapat menjadi efek jera bagi pelaku kejahatan lainnya dan memastikan keamanan wilayah Budakeling tetap terjaga dengan baik ke depannya.

Apresiasi dari tokoh adat Budakeling ini menjadi pengakuan nyata atas kinerja dan dedikasi Polres Karangasem dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta melindungi nilai-nilai kesucian budaya dan adat istiadat yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Bali. (Sdn/Hms)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar