Badung, Bali Berkabar – Bawang merah bukan sekadar komoditas dapur. Di Sading, tanaman tersebut kini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus menekan inflasi. Selasa (18/8/2026), petani mulai menggarap lahan seluas 2 hektare atau 200 are di Subak Delod Sema, Br. Pekandelan, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Badung, untuk ditanami bawang merah dengan target panen pada Oktober 2026. Bhabinkamtibmas Kelurahan Sading Aiptu I Made Parwatha, S.H., turut hadir mengawal kegiatan tersebut.

Gerakan tanam ini merupakan bagian dari program Penyediaan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal Tahun Anggaran 2026 yang didanai melalui APBD. Kegiatan bertujuan meningkatkan produksi komoditas pertanian, menjaga ketersediaan pasokan dan membantu mengendalikan inflasi daerah melalui kestabilan harga pangan. Selain itu, kegiatan menjadi sarana pembelajaran bagi petani untuk mengembangkan budidaya bawang merah secara efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bagian Perekonomian Setda Badung, Kepala Bagian Perakitan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Bali, Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana Badung, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Badung, jajaran Dinas Pertanian dan Pangan, Lurah Sading, UPTD Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian Badung, UPTD BBU Padi, Palawija dan Hortikultura, BPP Pertanian Kecamatan Mengwi, para PPL, Bhabinkamtibmas, Babinsa serta para petani pelaksana.

Kapolsek Mengwi Kapolsek Mengwi Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa, S.H., M.H., mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat. “Kami mengimbau para petani untuk memanfaatkan lahan secara optimal, mengikuti pendampingan dari petugas pertanian dan merawat tanaman dengan baik agar hasil panen nantinya maksimal,” ujarnya.

Kapolsek berharap gerakan tanam bawang merah tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi petani sekaligus masyarakat. Dengan target panen pada Oktober 2026, produksi dari lahan tersebut diharapkan mampu menambah pasokan bawang merah, meningkatkan produktivitas petani dan turut menjaga kestabilan harga pangan di wilayah Badung. Kegiatan berlangsung aman dan lancar. (Sdn/hms)