Breaking News

Kunjungi Imigrasi Depok, FPII dan DPI Soroti Pencegahan TPPO hingga Pelayanan Paspor

DEPOK, Jawa Barat — Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Dra. Kasihhati bersama Pengawas Dewan Pers Independen (DPI) Adv. Lilik Adi Gunawan, S.H., mengunjungi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Jumat (25/9/2026).

Kunjungan tersebut diterima langsung Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok, Irvan Triansyah, di ruang kerjanya. Pertemuan membahas pelayanan keimigrasian, khususnya pelayanan paspor, sekaligus upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan penyelundupan manusia.

Kasihhati mengatakan kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung pelayanan paspor yang diberikan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok kepada masyarakat.

"Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meninjau pelayanan Paspor RI yang dilaksanakan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok," kata Kasihhati.

Dalam kunjungan tersebut, Irvan Triansyah turut memandu Kasihhati dan Lilik Adi Gunawan melihat proses pelayanan, termasuk antrean umum pemohon paspor yang melakukan pendaftaran melalui aplikasi M-Paspor.

Selain pelayanan paspor, pertemuan juga menyoroti langkah Imigrasi Depok dalam mencegah TPPO dan penyelundupan manusia.

Irvan mengatakan pihaknya sebelumnya menemukan dugaan praktik TPPO dengan modus pengantin pesanan atau pernikahan dengan warga negara asing (WNA). Dalam kasus tersebut, pasangan suami istri disebut telah diamankan petugas pada Senin (24/8/2026).

"Keduanya telah ditangkap pada Senin (24/8/2026)," ujar Irvan.

Menurut Irvan, dugaan tersebut terdeteksi saat petugas melakukan wawancara terhadap pemohon paspor. Petugas menemukan adanya ketidaksesuaian keterangan yang kemudian ditindaklanjuti melalui pendalaman oleh Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian.

"Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok akan terus berperan aktif dalam pencegahan TPPO dan penyelundupan manusia," tegas Irvan.

Kasihhati mengapresiasi pelayanan yang diberikan jajaran Imigrasi Depok. Ia berharap kualitas pelayanan paspor terus dijaga, terutama bagi masyarakat yang akan bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"Kami mengapresiasi pelayanan yang telah diberikan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Depok. Semoga Kantor Imigrasi Depok dapat terus menjaga kualitas pelayanan yang diberikan sehingga masyarakat dapat menerima layanan paspor dengan baik, terutama bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)," ujar Kasihhati.

Sementara itu, Lilik Adi Gunawan menekankan pentingnya pencegahan dini TPPO dan penyelundupan manusia. Menurutnya, edukasi dan konsultasi kepada calon PMI menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah masyarakat menjadi korban.

"Semoga Kantor Imigrasi Non TPI Depok dapat melakukan pencegahan dini TPPO dan penyelundupan manusia dengan memberikan edukasi dan konsultasi kepada calon Pekerja Migran Indonesia (PMI)," kata Lilik.

Ia juga berharap kunjungan tersebut dapat memperkuat hubungan antara insan pers dengan instansi pemerintah, khususnya dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

"Kami berharap dengan adanya kunjungan ini dapat mempererat kemitraan antara pers dengan instansi pemerintahan, khususnya dengan Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Depok," imbuhnya.

Irvan menyambut baik kunjungan FPII dan DPI tersebut. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi dan kolaborasi dalam penyampaian informasi keimigrasian kepada masyarakat.

Menurutnya, informasi mengenai keimigrasian perlu disampaikan secara akurat, edukatif dan terpercaya sehingga masyarakat dapat memahami berbagai layanan sekaligus potensi risiko, termasuk TPPO dan penyelundupan manusia.

(Tim/Red)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar