Ketiga jenazah korban dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Denpasar, Bali Berkabar — Pagi yang semestinya berjalan biasa di sebuah bungalow kawasan Legian, Badung, justru berubah menjadi penemuan mengerikan. Pintu yang terpaksa dibuka setelah penghuni tak kunjung merespons mengungkap tiga tubuh tak bernyawa di dalam kamar. Seorang warga negara Australia berinisial SDJ (57) ditemukan tergantung, sementara dua anaknya, ADS (7) dan LKS (4), ditemukan sudah meninggal dunia.
Peristiwa memilukan itu terjadi di Arca Bungalow, Jalan Three Brothers, Legian Tengah, Kecamatan Kuta, Badung, Minggu (13/9/2026). Polisi kini bergerak untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sebelum tiga korban ditemukan tak bernyawa.
Kejadian mulai terungkap sekitar pukul 08.30 WITA. Saat itu, Nur Khamid (51), menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai istri SDJ yang berada di Jakarta. Karena suami dan kedua anaknya tidak dapat dihubungi, Nur diminta membantu mengecek kondisi mereka di bungalow.
Nur kemudian mendatangi lokasi. Ia mencoba melihat ke dalam melalui jendela, tetapi tidak melihat adanya aktivitas. Tidak menemukan jawaban, ia kemudian menemui pemilik bungalow dan menyampaikan permintaan tersebut.
Keduanya kembali menuju bungalow dan melakukan pengecekan. Namun, kondisi tetap sama. Tidak ada respons dari dalam. Pemilik bungalow kemudian menghubungi Kelian Lingkungan.
Tak lama kemudian, Kelian Lingkungan bersama sejumlah warga datang ke lokasi. Pintu bungalow diketuk dan digedor berkali-kali, disertai panggilan kepada penghuni. Tidak ada jawaban.
Kekhawatiran warga akhirnya berujung pada keputusan membuka pintu secara paksa. Begitu pintu terbuka, pemandangan di dalam bungalow sontak membuat warga terkejut. SDJ ditemukan dalam kondisi tergantung pada terali besi jendela menggunakan kabel setrika berwarna putih. Di bagian lain kamar, kedua anaknya ditemukan tergeletak di lantai dengan posisi tubuh saling bertindihan.
Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara bersama Tim Identifikasi Polresta Denpasar. Dari pemeriksaan luar awal, kedua anak korban diduga meninggal akibat tindakan kekerasan. Sementara SDJ diduga meninggal dunia akibat gantung diri.
Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Polisi masih berusaha merangkai sejumlah fakta di lokasi untuk mengetahui secara pasti bagaimana rangkaian peristiwa yang menyebabkan tiga orang dalam satu keluarga itu kehilangan nyawa.
Ketiga jenazah kemudian dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.
Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, penyidik Polsek Kuta masih melakukan serangkaian pemeriksaan.
“Penyidik masih melakukan pemeriksaan, termasuk olah TKP, pemeriksaan rekaman CCTV di TKP dan pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk terhadap istri korban, untuk memastikan penyebab kematian para korban,” ujar Leonardo.
Polisi juga telah memeriksa rekaman CCTV di rumah korban serta meminta keterangan dari istri korban. Mengingat salah satu korban merupakan warga negara Australia, kepolisian turut berkoordinasi dengan Konsulat Australia.
Penyelidikan masih berjalan. Polisi belum mengungkap motif maupun memastikan secara final rangkaian kejadian yang menyebabkan SDJ dan kedua anaknya ditemukan meninggal dunia. (Smty)
Penulis: Gede Sumertayasa, S.H.


Social Header