Breaking News

Pacu Ekonomi Buleleng, 13 Kapal Pesiar Masuk 2025, Pelindo Proyeksikan 2026 Naik 50 Persen

MV Ovation of the Seas dan penumpangnya berlabuh di Pelabuhan Celukan Bawang. (31/12/2025).

BULELENG, Baliberkabar.id – Pelabuhan Celukan Bawang semakin mengukuhkan perannya sebagai pintu masuk wisata kapal pesiar di Bali Utara. Sepanjang tahun 2025, tercatat 13 kapal pesiar internasional bersandar, dengan lima kunjungan terjadi hanya dalam bulan Desember, yang berdampak signifikan terhadap perputaran ekonomi masyarakat lokal.

Lonjakan aktivitas kapal pesiar tersebut tidak hanya menandai meningkatnya kepercayaan operator kapal internasional, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi daerah. Ribuan wisatawan yang turun dari kapal menggerakkan berbagai sektor, mulai dari transportasi lokal, jasa pemandu wisata, pelaku UMKM, hingga sektor kuliner dan ekonomi kreatif.

Kunjungan terakhir pada Selasa (31/12/2025) ditutup oleh MV Ovation of the Seas, kapal pesiar milik Royal Caribbean yang berlayar dari Singapura. Kapal ini membawa lebih dari 4.600 penumpang dan sekitar 1.700 kru, yang kemudian mengikuti berbagai paket wisata menuju destinasi unggulan di Bali Utara.

Selama berada di kawasan Pelabuhan Celukan Bawang, wisatawan disuguhi beragam layanan berbasis potensi lokal. Mulai dari pertunjukan seni dan budaya Bali, tenant cinderamata UMKM, layanan food court, hingga jasa transportasi dan taksi lokal yang dikelola masyarakat sekitar. Aktivitas ini membuka ruang transaksi ekonomi langsung antara wisatawan dan pelaku usaha lokal.

General Manager Pelabuhan Celukan Bawang, Mochammad Imron, menegaskan bahwa tingginya kunjungan kapal pesiar membawa dampak ekonomi yang luas dan berkelanjutan.

“Capaian 13 kapal pesiar sepanjang 2025, dengan lima kunjungan di bulan Desember, menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Ini bukan sekadar angka kunjungan, tetapi berimplikasi langsung pada meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar pelabuhan,” ujarnya.

Imron menambahkan, Pelindo memproyeksikan kunjungan kapal pesiar ke Celukan Bawang pada tahun 2026 akan meningkat hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Proyeksi tersebut didorong oleh peningkatan kualitas layanan kepelabuhanan, kesiapan infrastruktur, serta sinergi yang terus diperkuat dengan para pemangku kepentingan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menyebut sektor wisata kapal pesiar memiliki kontribusi strategis terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Setiap wisatawan kapal pesiar diperkirakan membelanjakan minimal Rp1 juta selama kunjungan. Dampaknya terasa pada sektor transportasi, kuliner, UMKM, hingga jasa pariwisata lainnya, serta memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kehadiran wisatawan kapal pesiar turut mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta memperluas peluang usaha bagi masyarakat lokal, khususnya di wilayah Bali Utara yang selama ini masih membutuhkan pemerataan sektor pariwisata.

Menutup tahun 2025, Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan kepelabuhanan yang aman, tertib, dan berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi Pelabuhan Celukan Bawang sebagai gerbang utama wisata kapal pesiar di Bali Utara, sekaligus menjadikan sektor ini sebagai salah satu pilar penggerak ekonomi Buleleng ke depan. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar