Breaking News

Rp90,7 Miliar Digelontorkan ke Buleleng, Revitalisasi 64 Sekolah Resmi Dimulai




BULELENG – Pemerintah pusat mengucurkan anggaran fantastis sebesar Rp90,7 miliar untuk merevitalisasi puluhan satuan pendidikan di Kabupaten Buleleng. Kucuran dana tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sektor pendidikan di Bali Utara masuk dalam prioritas pembangunan sumber daya manusia nasional.
Peresmian bantuan revitalisasi dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, di SMKN 3 Singaraja, Jumat (13/2/2026).

Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembenahan sarana dan prasarana sekolah bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian integral dari agenda strategis nasional untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

“Revitalisasi ini adalah bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden. Kita ingin memastikan sekolah menjadi ruang tumbuhnya generasi unggul dan berdaya saing,” tegasnya.

64 Sekolah Tersentuh Revitalisasi
Di Buleleng, total 64 satuan pendidikan mendapat bantuan perbaikan dan peningkatan fasilitas. Rinciannya meliputi 8 TK, 37 SD, 14 SMP, 4 SMA, serta 1 SMK. Secara simbolis, peresmian difokuskan pada lima sekolah yang mewakili setiap jenjang pendidikan.

Langkah ini dipandang sebagai upaya sistematis untuk mempersempit kesenjangan kualitas infrastruktur pendidikan, khususnya di wilayah Bali bagian utara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, menekankan bahwa revitalisasi tidak boleh berhenti pada aspek konstruksi bangunan
.
“Sekolah bukan hanya tembok dan atap. Yang utama adalah ruang belajar yang aman, nyaman, dan mampu membentuk karakter siswa,” ujarnya.

Menurutnya, investasi pendidikan harus dipahami sebagai investasi jangka panjang yang menentukan arah masa depan daerah.

Selain pembenahan fisik, pemerintah juga mengakselerasi peningkatan kapasitas guru. Sejumlah program strategis disiapkan, mulai dari pembelajaran mendalam (deep learning), pelatihan berbasis digital, Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), fleksibilitas beban kerja, hingga penguatan forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Pendekatan ini menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga kompetensi pendidik sebagai aktor utama proses pembelajaran.

Awali dengan “Pagi Ceria”
Sebelum peresmian, Menteri Abdul Mu’ti mengikuti kegiatan “Pagi Ceria” di Taman Kota Singaraja bersama 620 siswa dari jenjang TK hingga SMP. Kegiatan diisi dengan senam bersama dan penanaman nilai kebersamaan, lalu dilanjutkan peninjauan ke TK Aisyiyah Bustanul Athfal.

Kehadiran langsung menteri di lapangan dinilai menjadi pesan kuat bahwa revitalisasi pendidikan tidak berhenti pada angka anggaran, tetapi harus terukur dampaknya bagi peserta didik.

Momentum Perbaikan Pendidikan Bali Utara
Dengan total anggaran Rp90,7 miliar, revitalisasi pendidikan di Buleleng diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan baru, tetapi juga memperkuat ekosistem pembelajaran yang lebih humanis dan progresif. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar