Breaking News

Nyepi Makin Semarak, Ogoh-Ogoh Desa Adat Buleleng Tahun Ini Tampil Tanpa Lomba

BULELENG, Baliberkabar.id – Tradisi Pengerupukan di Desa Adat Buleleng tahun ini akan hadir dengan wajah berbeda. Menyambut Hari Raya Nyepi, desa adat setempat kembali menggelar Pengerupukan Festival II, namun dengan konsep parade ogoh-ogoh tanpa perlombaan.

Keputusan menghilangkan unsur lomba diambil untuk memberi ruang yang lebih luas bagi kreativitas dan kebersamaan generasi muda. Melalui konsep parade, yowana dari seluruh banjar adat di Desa Adat Buleleng dapat menampilkan karya seni ogoh-ogoh tanpa tekanan kompetisi.

Kelian Desa Adat Buleleng, Jro Nyoman Sutrisna, mengatakan pelaksanaan Pengerupukan Festival II sepenuhnya melibatkan yowana, baik sebagai peserta maupun sebagai panitia pelaksana.

“Festival ini kami desain sebagai ruang ekspresi bersama. Yowana bebas berkreasi, bahkan ogoh-ogoh anak-anak juga kami beri ruang untuk ikut parade,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap banjar adat diperkenankan menampilkan maksimal lima ogoh-ogoh. Seluruh proses, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, menjadi tanggung jawab masing-masing banjar sebagai bentuk kemandirian dan tanggung jawab kolektif.

Menurut Jro Sutrisna, konsep parade dipilih berdasarkan kesepakatan bersama para yowana dari 14 banjar adat yang ada. Tujuannya agar Pengerupukan Festival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas dan rasa memiliki terhadap tradisi.

Dukungan terhadap pelaksanaan festival ini juga datang dari Pemerintah Kabupaten Buleleng. Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Suksma Oktiva Aksara, menilai Pengerupukan Festival Desa Adat Buleleng memiliki potensi untuk berkembang menjadi agenda budaya berskala lebih luas.

“Festival ini punya peluang masuk dalam Karisma Event Nusantara. Tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya kegiatan tersebut sudah terselenggara minimal tiga kali,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).

Ia menambahkan, dengan konsep parade yang mengedepankan nilai kebersamaan dan kreativitas lokal, Pengerupukan Festival berpotensi menjadi identitas budaya khas Buleleng yang dapat dikenal di tingkat regional maupun nasional.

Pada pelaksanaan perdana sebelumnya, Pengerupukan Festival Desa Adat Buleleng sempat menarik perhatian nasional dengan kehadiran Wakil Menteri Pariwisata. Desa adat berharap konsistensi pelaksanaan festival ini dapat terus terjaga sehingga ke depan dapat masuk dalam kalender event nasional. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar