Foto: sebuah atraksi seni yang ditampilkan dalam acara peringatan hari ulang tahun Kota Singaraja ke-422.
BULELENG, Bali Berkabar – Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Singaraja ke-422 tak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang penegasan arah pembangunan Bali ke depan.
Di hadapan ribuan warga yang memadati RTH Taman Bung Karno, Senin (30/3), Gubernur Bali, Wayan Koster, secara terbuka mendorong Kabupaten Buleleng menjadi pusat pertumbuhan baru sekaligus penopang ketahanan pangan Pulau Dewata.
Pernyataan itu disampaikan langsung saat menghadiri malam puncak perayaan yang berlangsung meriah. Sorotan lampu panggung, riuh tepuk tangan, hingga antusiasme masyarakat menjadi latar kuat bagi pesan strategis yang dibawa orang nomor satu di Bali tersebut.
Di tengah ketimpangan pembangunan antara Bali Utara dan Selatan, Koster menegaskan bahwa Buleleng harus mengambil peran lebih besar sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, pembangunan di wilayah ini tidak bisa lagi berjalan biasa. Perlu percepatan yang disesuaikan dengan potensi lokal, terutama di sektor pertanian dan sumber daya pangan.
“Ke depan, Buleleng harus menjadi pusat kemajuan Bali dan sekaligus sumber ketahanan pangan bagi masyarakat,” tegasnya.
Koster juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Buleleng di bawah kepemimpinan I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna.
Sebagai gubernur yang berasal dari Buleleng, ia menilai pembangunan daerah tersebut sudah bergerak ke arah yang tepat, lebih adaptif terhadap kebutuhan riil masyarakat.
Di sela acara, Koster juga menunjukkan bentuk apresiasi langsung kepada pelaku seni yang tampil. Usai sesi foto bersama, ia secara pribadi menyerahkan bantuan masing-masing Rp50 juta kepada dua sanggar seni yang tampil memukau, yakni Sanggar Seni Pentas Marak Lestari dari Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, dan Sanggar Seni Darma Santi dari Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa sektor seni dan budaya tetap mendapat ruang penting dalam pembangunan daerah.
Tak hanya seni, geliat ekonomi rakyat juga terasa dalam perayaan tahun ini. Selama tiga hari pelaksanaan malam puncak, sebanyak 56 pelaku UMKM lokal binaan pemerintah daerah ikut ambil bagian, mulai dari sektor kuliner, kriya hingga kerajinan.
Total transaksi yang tercatat mencapai Rp349 juta lebih, angka yang menunjukkan bahwa perayaan daerah mampu menjadi ruang nyata perputaran ekonomi masyarakat.
Kehadiran UMKM ini bukan sekadar pelengkap acara, tetapi menjadi bukti bahwa momentum HUT Singaraja dapat langsung menyentuh denyut ekonomi warga.
Peluncuran Buku dan Simbol Kerja Setahun
Pada momen yang sama, Bupati Buleleng juga meluncurkan buku berjudul “Sutjidra–Supriatna Setahun Kerja Tak Henti Untuk Buleleng”. Buku tersebut diserahkan secara simbolis kepada sejumlah perwakilan organisasi daerah sebagai refleksi capaian kinerja satu tahun pemerintahan.
Perayaan HUT ke-422 ini pada akhirnya tidak berhenti pada seremoni. Di balik panggung hiburan dan parade budaya, terselip arah besar pembangunan, menjadikan Buleleng sebagai kekuatan baru Bali Utara. (Smty)


Social Header