Pengurus KPA Kabupaten Buleleng bersama pihak terkait saat pelaksanaan lomba komik digital tingkat SMP secara daring di Ruang BCC Dinas Kominfosanti Buleleng, Selasa (6/10/2026).
BULELENG, Bali Berkabar – Pemanfaatan media digital di kalangan pelajar terus menjadi perhatian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Buleleng. Tidak hanya untuk edukasi, ruang digital juga didorong menjadi sarana bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas.
Upaya tersebut diwujudkan melalui lomba komik digital yang melibatkan pelajar tingkat SMP se-Kabupaten Buleleng. Lomba digelar secara daring dari Ruang BCC Dinas Kominfosanti Buleleng, Selasa (6/10/2026).
Sekretaris KPA Buleleng Ni Nyoman Neli mengatakan, lomba tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk menyalurkan kreativitas dengan memanfaatkan media yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
“Lomba ini untuk menyalurkan kreativitas anak-anak melalui digital. Latar belakangnya karena aktivitas anak-anak sekarang lebih banyak bermain di dunia digital, sehingga kami ingin menginspirasi mereka untuk berkreasi melalui media sosial,” ujar Neli yang juga menjabat sebagai Kasubag Kesejahteraan Sosial Bagian Kesra Setda Buleleng.
Menurut Neli, lomba komik digital ini merupakan kegiatan pertama yang diselenggarakan KPA Buleleng. Sebanyak 67 pelajar tingkat SMP ambil bagian dalam kegiatan tersebut, sementara proses penilaian melibatkan dewan juri dari unsur perguruan tinggi negeri, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.
Selain mendorong kreativitas melalui media digital, KPA Buleleng juga berencana kembali menguatkan keberadaan Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) di lingkungan sekolah.
Neli mengatakan, pihaknya bersama Bagian Kesra Setda Buleleng akan membangun kembali komitmen bersama para kepala sekolah untuk mengaktifkan sekaligus membentuk KSPAN di masing-masing sekolah. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada 29 Oktober 2026.
“Kami dari KPA bersama Kesra akan membuat komitmen bersama dengan kepala sekolah untuk membangkitkan kembali komitmen dalam membentuk KSPAN di sekolah masing-masing,” jelasnya.
Penguatan KSPAN dinilai penting karena kelompok tersebut dapat menjadi salah satu sarana edukasi dan peningkatan kepedulian pelajar terhadap HIV/AIDS maupun penyalahgunaan narkoba.
KPA Kabupaten Buleleng bersama unsur Kesra juga terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah di setiap kecamatan. Edukasi yang diberikan mencakup pemahaman mengenai HIV/AIDS serta bahaya penyalahgunaan narkoba.
Melalui kegiatan tersebut, KPA Buleleng berharap pemahaman pelajar semakin meningkat. Di sisi lain, sekolah juga diharapkan semakin aktif menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, serta mampu mencegah stigma terhadap HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba.(Agust)
Editor: Gede Sumertayasa, S.H.


Social Header