Breaking News

Pengeroyokan di Jalan Udayana Buleleng Diselidiki Polisi

Keterangan gambar: ilustrasi tentang suatu kejadian pengeroyokan.

BULELENG, Baliberkabar.id - Rekaman dugaan aksi pengeroyokan terhadap seorang pemuda di kawasan Jalan Udayana, Kelurahan Banjar Jawa, Kabupaten Buleleng, yang beredar luas di media sosial, kini mendapat perhatian serius aparat kepolisian.

Polres Buleleng memastikan peristiwa tersebut telah dilaporkan secara resmi dan tengah ditangani melalui proses penyelidikan guna mengungkap kronologi kejadian secara utuh.

Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, membenarkan adanya laporan terkait insiden tersebut. Ia menyampaikan bahwa peristiwa itu terjadi pada Senin, 3 Februari 2026, sekitar pukul 22.30 WITA, dan telah tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/40/II/2026/SPKT/Polres Buleleng/Polda Bali.

“Korban atas nama Putu Juli Ariadi (21), seorang wiraswasta asal Banjar Dinas Kayuputih, Kecamatan Sukasada, dilaporkan mengalami tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh beberapa orang. Peristiwa ini sempat viral di media sosial sehingga menarik perhatian masyarakat,” ujar IPTU Yohana, Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan keterangan kepolisian, rangkaian kejadian bermula pada Sabtu, 31 Januari 2026, saat korban menerima pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp dari seseorang yang mengaku bernama David. Pesan tersebut mempertanyakan dugaan peristiwa yang melibatkan korban dengan seorang perempuan yang disebut sebagai kerabat pengirim pesan.
Karena tidak mengenal pengirimnya, korban sempat mengabaikan pesan tersebut. Namun pada Senin malam, korban kembali membaca pesan itu dan berusaha meminta penjelasan. Komunikasi kemudian berlanjut hingga muncul ajakan untuk bertemu di depan GOR Bhuana Patra, Singaraja, yang kemudian disetujui oleh korban.

“Korban datang ke lokasi bersama enam orang temannya. Setibanya di depan GOR, korban bertemu dengan empat orang yang tidak dikenalnya, salah satunya mengaku bernama David,” jelas IPTU Yohana.

Pertemuan yang awalnya bertujuan untuk klarifikasi tersebut justru berujung pada adu mulut dan perkelahian antara korban dan salah satu pihak terlapor. Meski sempat dilerai dan situasi terlihat kondusif, ketegangan kembali terjadi saat korban hendak meninggalkan lokasi.

“Korban diduga ditendang di bagian perut hingga terjatuh. Saat korban bangkit, kembali terjadi perkelahian yang melibatkan beberapa orang, sehingga korban mengalami pengeroyokan,” tambahnya.

Terkait penanganan perkara, IPTU Yohana menegaskan bahwa penyidik Polres Buleleng telah melakukan langkah-langkah awal, di antaranya pemeriksaan korban, pemeriksaan saksi-saksi, serta pelaksanaan visum et repertum untuk kepentingan penyelidikan.

“Saat ini identitas para terduga pelaku masih dalam proses pendalaman. Penyidik terus mengumpulkan keterangan dan alat bukti guna mengungkap peristiwa ini secara jelas,” tegasnya.

Polres Buleleng mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus tersebut. Aparat meminta publik memberikan ruang bagi proses hukum yang sedang berjalan dan tetap menjunjung asas praduga tak bersalah hingga adanya kepastian hukum. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar