Jembrana, Baliberkabar.id – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, mendadak lumpuh setelah Kapal Motor Penumpang (KMP) Samudra Utama kandas di Dermaga Landing Craft Machine (LCM), Minggu (17/5) siang. Insiden tersebut memicu antrean kendaraan panjang hingga keluar area pelabuhan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WITA saat KMP Samudra Utama baru selesai melakukan proses bongkar muat dan bersiap bertolak menuju Pulau Jawa. Namun nahas, kapal tidak dapat bergerak setelah diduga terjebak kondisi air laut yang tengah surut.
Situasi di kawasan pelabuhan pun seketika berubah padat. Ratusan kendaraan yang hendak menyeberang tertahan, sementara antrean terus bertambah seiring tingginya arus kendaraan dari arah Bali menuju Jawa.
Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Lettu Laut (P) Yuli Prasetyo membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, kandasnya kapal dipicu kondisi debit air laut yang mengalami penyurutan.
“Karena kondisi air laut yang surut, KMP Samudra Utama mengalami kandas di Dermaga LCM,” ujarnya.
Upaya awal sempat dilakukan kru kapal dengan mengeluarkan kembali sejumlah kendaraan dari dalam palka guna mengurangi beban kapal agar lebih mudah digerakkan. Namun langkah tersebut belum berhasil membebaskan kapal dari posisi kandas.
Sekitar pukul 13.15 WITA, proses evakuasi kembali dilakukan dengan melibatkan KMP Agung Samudra XVIII untuk menarik badan kapal. Meski sudah dilakukan manuver penarikan, posisi KMP Samudra Utama masih belum bergeser dari titik kandas.
Akibat terganggunya operasional dermaga LCM, proses bongkar muat kapal menjadi tersendat. Kondisi tersebut diperparah dengan membludaknya kendaraan logistik maupun kendaraan pribadi yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa.
Kemacetan panjang pun tidak terhindarkan. Antrean kendaraan dilaporkan macet parah hingga mencapai depan Masjid Al-Mubaroq Gilimanuk.
Petugas gabungan bersama pihak terkait hingga kini masih terus melakukan upaya penarikan kapal sambil menunggu kondisi air laut kembali pasang agar KMP Samudra Utama dapat segera dievakuasi dan aktivitas penyeberangan kembali normal. (Smty)


Social Header