Nyoman Pegeg Suyasa saat menjelaskan jadwal penyemprotan disinfektan kandang menanggulangi bau dan larva.
Buleleng - Bali Berkabar | Sekelompok warga Banjar Dinas Kaja, Lingkungan Mawang Sari, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu - Buleleng pada hari Selasa, (12/12/23) pagi, mendatangi Kantor Kepala Desa Busungbiu untuk menyampaikan keluhannya atas adanya lalat dan bau yang diduga datang dari usaha ternak ayam petelor yang dekat dengan wilayah tempat tinggalnya.
Salah satu warga yang berkeberatan atas beroperasinya usaha ternak petelor tersebut, Ketut suartika, yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi kandang ayam, ia meminta supaya usaha kandang ayam itu tutup.
"Kalau bisa itu biar ditutup karena sangat mengganggu kesehatan kami", pintanya.
Kedatangan sekelompok warga dari Lingkungan Mawang Sari tersebut diterima langsung oleh Perbekel Busungbiu, Ketut Suatama.
Pada pertemuan itu, warga Mawang Sari meminta Kepada Kepala Desa supaya tempat usaha peternak ayam petelor milik Nyoman Pegeg Suyasa yang juga warga dari Desa Busungbiu itu agar segera ditutup karena diduga semenjak beroperasinya usaha ternak ayam petelor tersebut menyebabkan banyak lalat dirumahnya dan itu bisa mengganggu kesehatan.
Dikonfirmasi tentang adanya keluhan warga yang berkeberatan dengan beroperasinya usaha ternak ayam petelor yang katanya menimbulkan bau dan menyebabkan banyak lalat di rumah warga, Perbekel Busungbiu, Ketut Suatama membenarkan adanya kedatangan warga dari Lingkungan Mawang Sari datang ke kantor Kepala Desa untuk menyampaikan keluhannya.
"Benar, sekelompok warga datang ke kantor, mereka meminta agar usaha ternak ayam petelor itu ditutup. Kami tidak bisa memenuhi permintaan warga tersebut, karena itu bukan wewenang saya. Dan karena saya punya atasan, yaitu pak Camat, saya sampaikan keluhan warga tersebut agar segera di mediasi supaya ada solusi untuk menyelesaikan secara baik-baik", ucap Perbekel Busungbiu, pada Kamis, (14/12/23).
Sementara Camat Busungbiu, Gede Kurniawan saat dihubungi melalui saluran telpon meyampaikan pihaknya akan segera melakukan mediasi, namun terlebih dahulu akan meminta pertimbangan dari tiga instansi terkait, yaitu Dinas Pertanian, Dinas Lungkungan Hidup dan Satpol PP.
"Sekarang masih dalam proses, nanti akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu, setelah itu baru menghubungi para pihak untuk melakukan mediasi", jelasnya.
Sedangkan dipihak pengusaha ternak ayam petelor, saat dimintai tanggapannya terkait keluhan warga yang berkeberatan dengan beroperasinya ternak ayam petelor yang menyebabkan banyak lalat akibat dari hasil kotoran ayam, Nyoman Pegeg Suyasa, sebagai pemilik/pengusaha ternak ayam petelor menyanggah apa yang dikeluhkan warga tersebut.
Nyoman Pegeg beralasan karena dalam melakukan perawatan dan penanggulangan limbah sudah sesuai dengan standar operasional persudur (SOP) yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah.
"Setiap minggu 2 Kali kami melakukan penyemprotan obat-obatan dan juga memberikan obat melalui minuman yang diberikan ke ayam supaya tidak menimbulkan bau dan membunuh larva (telur lalat)", ujarnya.
"Kalau tidak ada bau, lalat tidak datang dan kalau tidak ada larva tidak akan ada lalat, itulah gunanya melakukan penyemprotan obat-obatan supaya bau hilang dan larva mati", tambahnya menjelaskan.
Terkait banyaknya lalat, dirinya menduga itu karena saat ini musim buah, "Sekarang kan musim buah-buahan, mungkin saja itu lalat buah, lalat yang tumbuh hidup dari buah, seperti dari kulit durian yang dibuang", ungkapnya.
Senada dengan apa yang disampaikan Nyoman Pegeg, salah satu karyawannya bernama Komang Suwitayana yang tinggal beberapa meter di depan kandang ayam menyampaikan dirinya selaku pekerja ditempat itu secara rutin melakukan penyemprotan obat-obatan dua kali dalam seminggu serta pemberian obat melalui air minum ayam untuk menjaga kesehatan ayam dan juga untuk membunuh larva dan menghilangkan bau.
"Bapak bisa saksikan sendiri, apakah disini bau, ada lalat?, sekarang kan musim buah, buah mangga, buah durian, seperti biasanya kalau musim buah pasti ada banyak lalat, nanti juga akan hilang sendiri", ungkapnya kepada wartawan saat datang ke lokasi kandang ayam tempatnya ia bekerja. (Smty)


Social Header