Warungkiara, Baliberkabar.id – Upaya membangun kemandirian warga binaan tak berhenti pada pembinaan mental dan disiplin. Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Warungkiara, program ketahanan pangan justru menjadi etalase pembinaan produktif yang kini mendapat perhatian langsung dari pusat.
Pembimbing Kemasyarakatan Ahli Utama, Sudjonggo, turun langsung melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pembinaan kemandirian dan program ketahanan pangan di dalam lapas, Jumat (13/2/2026). Peninjauan berlangsung sejak pukul 10.00 WIB dengan menyasar area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) hingga blok industri.
Kedatangannya disambut Kepala Lapas bersama jajaran struktural, mulai dari unsur tata usaha, keamanan, pembinaan narapidana, hingga kegiatan kerja. Monitoring tidak sekadar seremonial, tetapi diisi dengan pemaparan menyeluruh terkait capaian dan pengembangan program.
Dalam paparan tersebut, Kepala Lapas menjelaskan sedikitnya 23 program pembinaan kemandirian yang sedang berjalan. Program itu mencakup sektor peternakan seperti sapi, ayam, dan domba serta pertanian hortikultura antara lain seledri, kacang panjang, timun, cesim, kangkung, dan sejumlah komoditas lain yang menopang kebutuhan pangan.
“Program ini bukan hanya mendukung agenda nasional ketahanan pangan, tetapi menjadi bekal konkret bagi warga binaan. Kami ingin mereka keluar dari sini dengan keterampilan yang dapat langsung dimanfaatkan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan berbasis produksi tersebut diarahkan agar warga binaan tidak sekadar menjalani masa pidana, tetapi juga mengalami proses transformasi kompetensi. Keberlanjutan program menjadi komitmen, termasuk penguatan sarana dan optimalisasi hasil produksi.
Di akhir kunjungan, Sudjonggo memberikan arahan agar program yang telah berjalan konsisten itu terus dipertahankan serta ditingkatkan kualitasnya. Ia menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan di lapas merupakan bagian dari 15 Program Aksi Strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Monitoring ditutup dengan evaluasi lapangan dan dokumentasi bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Ke depan, Lapas Warungkiara diharapkan mampu memperluas skala produksi serta menjadikan pembinaan kemandirian sebagai model pemberdayaan warga binaan yang berorientasi hasil, bukan sekadar program administratif, melainkan investasi sosial jangka panjang. (Smty)


Social Header