BANGLI, Baliberkabar.id – Seorang pria berinisial GK ditemukan meninggal dunia di sebuah rumah kosong di Banjar Bukit Tungtung, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Rabu (21/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut kini ditangani aparat kepolisian setempat.
Korban diketahui bernama I Nengah Budana (35), seorang petani yang berdomisili di Banjar Bukit Tungtung, Desa Songan B. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 02.30 Wita di plafon rumah kosong miliknya yang berlokasi tidak jauh dari tempat tinggal keluarga.
Informasi yang dihimpun Bali Berkabar, sebelum peristiwa terjadi korban masih beraktivitas seperti biasa. Pada Selasa (20/1/2026) pagi, korban menjalani kegiatan harian, lalu pada malam harinya sekitar pukul 19.00 Wita sempat pergi bersama istrinya ke sebuah klinik di Desa Songan untuk memeriksakan keluhan sakit di bagian ulu hati.
Usai kembali dari berobat, situasi rumah korban dilaporkan dalam keadaan normal tanpa adanya tanda-tanda pertengkaran atau keributan. Namun, pada Rabu dini hari, salah seorang saksi yang merupakan tetangga korban mendengar tangisan dari rumah korban.
“Saksi kemudian keluar rumah dan mendapat informasi dari istri korban bahwa telah terjadi peristiwa gantung diri,” terang Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Ketut Gede Ratwijaya saat dikonfirmasi.
Mendapat informasi tersebut, saksi langsung menuju rumah kosong milik korban yang berada bersebelahan dengan rumah saksi. Di lokasi itu, korban ditemukan dalam keadaan tergantung di plafon rumah. Warga bersama keluarga selanjutnya menurunkan korban dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kintamani.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP serta pemeriksaan awal. Dari hasil identifikasi Tim Inafis Polres Bangli, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.
Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa seutas tali plastik berwarna biru dengan panjang kurang lebih 254 sentimeter yang ditemukan di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan awal dan informasi dari pihak keluarga, korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat penyakit maag kronis yang telah lama dideritanya. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan tetap dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa.
“Kami memastikan tidak ada indikasi tindak pidana atau kekerasan pada tubuh korban,” ujar Iptu Ratwijaya.
Saat ini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya sesuai adat dan kepercayaan setempat. (Sdn)


Social Header