BULELENG, Baliberkabar.id – Operasi pencarian korban banjir bandang yang terjadi di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, resmi dihentikan setelah tujuh hari dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan. Hingga hari terakhir pencarian pada Kamis (12/3/2026), satu korban bernama Putu Wini (17) belum berhasil ditemukan.
Keputusan penghentian operasi tersebut disampaikan oleh Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Dony Indrawan, dalam konferensi pers yang digelar di Posko Penanggulangan Bencana di wilayah Desa Banjar.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir unsur Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Palang Merah Indonesia, relawan, pemerintah kecamatan, serta pihak keluarga korban.
Dony menjelaskan bahwa sejak hari pertama kejadian, seluruh unsur tim SAR gabungan telah mengerahkan kemampuan dan sumber daya secara maksimal untuk mencari korban yang diduga terseret arus banjir bandang.
“Selama tujuh hari pencarian, tim gabungan telah melakukan penyisiran secara menyeluruh di sepanjang aliran sungai hingga ke wilayah pesisir Pantai Banjar. Pencarian juga melibatkan personel Samapta Polda dan Brimob,” ujarnya.
Upaya pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penyisiran darat, pemantauan di aliran sungai, hingga pencarian di wilayah perairan yang diduga menjadi jalur terbawanya korban.
Namun hingga batas waktu operasi pencarian sesuai prosedur operasi SAR, keberadaan korban belum berhasil ditemukan.
Dony menegaskan bahwa penghentian operasi dilakukan setelah seluruh area yang diperkirakan menjadi titik pencarian telah disisir secara intensif oleh tim SAR gabungan.
“Kami bersama seluruh unsur tim telah berupaya semaksimal mungkin. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban apabila hingga saat ini korban belum dapat ditemukan,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan ungkapan belasungkawa dan berharap keluarga korban diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
Sementara itu, Kapolsek Banjar Made Mustiada yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja tanpa mengenal waktu selama proses pencarian berlangsung.
Di sisi lain, pihak keluarga korban menyatakan menerima keputusan penghentian operasi pencarian dengan ikhlas. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur tim SAR gabungan yang telah berupaya maksimal selama sepekan terakhir.
Meski operasi pencarian resmi dihentikan, masyarakat di sekitar lokasi kejadian tetap diimbau untuk segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan informasi atau tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan korban. (Smty)


Social Header