DENPASAR, Baliberkabar.id – Menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026, Tim Penggerak PKK Provinsi Bali menggelar Pasar Rakyat bertema “Berbelanja dan Berbagi” di Lapangan Renon, Denpasar, Jumat (13/3/2026). Kegiatan yang digagas oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Koster, tersebut berlangsung sejak pukul 06.00 Wita hingga 18.00 Wita dan diikuti oleh 137 stan pedagang serta pelaku UMKM dari berbagai kabupaten di Bali.
Pasar rakyat ini menghadirkan beragam produk lokal unggulan yang menarik perhatian masyarakat. Mulai dari hasil pertanian seperti sayur-sayuran segar dan buah-buahan, berbagai kuliner tradisional, hingga kerajinan khas Bali seperti songket dan kamen.
Kain songket yang dipamerkan para pedagang tampak memikat perhatian pengunjung dengan motif khas Bali yang indah serta kualitas tenun yang rapi, sehingga menjadi salah satu produk kerajinan yang cukup diminati masyarakat yang datang berbelanja.
Selain itu, sejumlah pedagang juga menjajakan berbagai bibit unggul, seperti durian dan kelapa hibrida, bahkan terdapat stan yang menawarkan anjing Bali ras Kintamani. Pasar rakyat ini juga menghadirkan stan khusus bagi pecinta tanaman hias yang menjual berbagai jenis bunga, termasuk anggrek yang telah berbunga indah.
Tidak hanya itu, sejumlah stan juga menyediakan kebutuhan pokok atau sembilan bahan pokok (sembako) seperti beras, telur, minyak goreng, dan berbagai kebutuhan dapur lainnya, sehingga masyarakat yang datang dapat sekaligus berbelanja kebutuhan sehari-hari dengan harga yang relatif terjangkau.
Produk yang dijajakan para pedagang terlihat dalam kondisi segar dan berkualitas. Sayur-sayuran yang dijual tampak masih segar, begitu pula buah-buahan lokal yang menarik perhatian pengunjung.
Salah satu yang cukup diminati pengunjung adalah durian lokal Bali yang berasal dari wilayah Busungbiu, Kabupaten Buleleng, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil durian dengan cita rasa khas.
Durian lokal tersebut dijajakan oleh salah seorang pedagang, Ketut Nopi Prismadewi, asal Desa Pelapuan, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng. Ia mengatakan durian yang dibawanya memiliki rasa manis dan kualitas yang tidak kalah dengan jenis durian lainnya.
“Durian lokal dari daerah kami rasanya manis dan tidak kalah dengan durian jenis lain seperti montong. Banyak pengunjung yang penasaran dan ingin mencicipinya,” ujarnya.
Ketut Nopi Prismadewi mengaku bersyukur dapat berpartisipasi dalam kegiatan pasar rakyat tersebut. Ia bahkan rela menempuh perjalanan jauh menuju Denpasar dengan berangkat sejak tengah malam dari kampung halamannya agar dapat menata dagangannya sebelum pasar dibuka.
“Saya berangkat sejak tengah malam supaya sebelum pasar dibuka semua dagangan sudah tertata rapi di stan,” ungkapnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Koster, menjelaskan bahwa kegiatan pasar rakyat ini bertujuan untuk mendorong masyarakat lebih mencintai serta menggunakan produk-produk lokal yang dihasilkan langsung oleh para petani dan pelaku UMKM di Bali.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh pedagang yang mengikuti kegiatan ini tidak dipungut biaya apa pun. Seluruh fasilitas seperti tenda, meja, dan kursi disediakan oleh panitia sebagai bentuk dukungan kepada pelaku UMKM agar dapat berjualan tanpa terbebani biaya.
“Kegiatan ini memang kami buat untuk membantu para pelaku UMKM agar bisa berjualan tanpa terbebani biaya. Karena itu seluruh fasilitas kami siapkan secara gratis,” ujar Putri Koster.
Ia juga mengimbau para pedagang agar dapat menyesuaikan harga jual dengan semangat kegiatan tersebut.
“Karena fasilitas sudah kami sediakan tanpa biaya, kami berharap para pedagang bisa sedikit menurunkan harga dari harga pasaran tanpa merugikan mereka. Sesuai temanya Berbelanja dan Berbagi, masyarakat bisa mendapatkan harga lebih terjangkau sekaligus membantu para pedagang,” jelasnya.
Putri Koster menambahkan bahwa program pasar rakyat ini direncanakan akan berlangsung selama satu tahun ke depan dan dilaksanakan secara bergiliran di seluruh kabupaten di Bali setiap bulannya.
Di akhir kegiatan, Putri Koster mengaku bersyukur atas antusiasme masyarakat serta keberhasilan para pedagang dalam menjajakan produk mereka selama kegiatan berlangsung.
Berdasarkan hasil pendataan dari seluruh stan yang berpartisipasi, total transaksi penjualan dalam kegiatan tersebut tercatat mencapai sekitar Rp677 juta.
“Puji syukur, dari hasil pendataan seluruh stan, total penjualan hari ini mencapai sekitar Rp677 juta. Kami sangat senang karena para pedagang bisa menjual produk mereka dengan baik dan masyarakat juga mendapatkan berbagai produk lokal berkualitas,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur Bali, Wayan Koster, yang telah memberikan dukungan pendanaan terhadap penyelenggaraan kegiatan pasar rakyat tersebut.
Menurutnya, dukungan dana sebesar Rp140 juta dari Gubernur Bali sangat membantu terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari penyediaan tenda, meja, kursi, hingga berbagai fasilitas bagi para pedagang.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Bali, Wayan Koster, yang telah membantu mendanai kegiatan pasar rakyat ini sebesar Rp140 juta. Dukungan tersebut sangat membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM,” ujar Putri Koster.
Ia berharap kegiatan pasar rakyat dengan tema “Berbelanja dan Berbagi” ini dapat terus berlanjut dan dilaksanakan secara bergiliran di seluruh kabupaten di Bali, sehingga semakin banyak pelaku UMKM yang dapat terbantu dan ekonomi masyarakat semakin bergerak. (Smty)


Social Header