Breaking News

15 Tahun Menunggu, Berkali-kali Didata Namun Terlupakan: Rumah Lansia Ini Nyaris Ambruk di Ujung Usia



“Setiap hujan, mereka harus berpindah tempat tidur di dalam rumahnya sendiri. Kini, harapan itu datang dari aksi sosial Bali Berkabar.”

Buleleng, Baliberkabar.id - Di sudut Desa Pelapuan, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, berdiri sebuah rumah tua yang perlahan kehilangan fungsinya sebagai tempat berlindung.

Di sanalah Dewa Made Pindu (65) dan istrinya, Desak Made Yasmini (65), bertahan hidup dalam kondisi yang kian memprihatinkan.

Atap rumah yang seharusnya melindungi, kini justru menjadi ancaman. Genteng berjatuhan, kayu penyangga lapuk, dan rangka atap yang mulai rapuh harus ditopang seadanya agar tidak roboh.

Saat hujan turun, penderitaan itu terasa nyata.

"Ketika hujan turun, kami harus berpindah-pindah mencari tempat yang masih bisa digunakan untuk tidur. Air masuk dari segala arah, jadi kami meletakkan ember dan kaleng bekas di bawahnya agar tidak membanjiri tempat tidur," ungkap Dewa Made Pindu dengan suara lirih saat awak media berkunjung ke rumahnya pada Sabtu (25/4/2026) pukul 14.00 WITA.

Kondisi di dalam rumah pun tak kalah memprihatinkan. Sebagian besar bagian bangunan telah mengalami kerusakan serius.

“Kayunya sudah banyak yang jebol, sudah lapuk. Di atas itu juga sudah ditopang-tiang supaya tidak roboh,” tambahnya.

Selama lebih dari 15 tahun, kondisi ini terus berlangsung. Menurut penuturan mereka, rumah tersebut sudah beberapa kali didata untuk rencana bantuan, namun hingga kini belum pernah terealisasi.

“Sudah sering ada yang datang lihat, foto, minta KTP dan KK, katanya mau dibantu… tapi sampai sekarang belum ada,” ujar Desak Made Yasmini dengan nada pasrah.

Kini, pasangan lansia itu hanya hidup berdua, setelah dua anak mereka telah lebih dulu meninggal dunia. Untuk bertahan hidup, Desak Made Yasmini menjual canang, sementara suaminya bekerja sebagai penyakap dan buruh harian dengan penghasilan yang tidak menentu.

Melihat kondisi tersebut, Bali Berkabar menginisiasi aksi sosial dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-4 dengan membuka penggalangan dana untuk program bedah rumah.

Program ini meliputi:
• Perehaban bangunan
• Perbaikan atap dan rangka rumah
• Penguatan struktur agar aman dihuni
• Serta pembangunan/perbaikan kamar mandi (WC) yang layak.

Estimasi kebutuhan dana mencapai sekitar Rp40 juta.

Bali Berkabar mengajak seluruh pihak yang memiliki kepedulian—baik individu, komunitas, maupun lembaga sosial untuk turut ambil bagian dalam membantu pasangan lansia tersebut.

Seluruh proses akan dilakukan secara terbuka dan dipublikasikan melalui platform Bali Berkabar sebagai bentuk transparansi kepada publik.

Bagi yang berkenan membantu, dapat menghubungi: 0817553130.

Di rumah itu, setiap hujan bukan sekadar cuaca.
Ia adalah bunyi tetesan yang jatuh berulang-ulang… menemani malam yang panjang, di bawah atap yang tak lagi memberi rasa aman.
Ia adalah kecemasan yang datang berulang… tanpa jeda.
Tidak ada yang mereka tuntut.
Tidak ada yang mereka kejar.
Hanya bertahan… dengan apa yang tersisa.

Dan di usia yang semakin menua, mereka tidak lagi menunggu janji.
Mereka hanya berharap…
suatu hari nanti, mereka bisa tidur tanpa takut di dalam rumah yang tidak lagi runtuh bersama waktu.

Namun waktu tidak pernah menunggu.
Dan rumah itu pun tidak akan selamanya mampu berdiri.

Mungkin, yang mereka butuhkan bukan lagi janji.

Melainkan satu tindakan kecil…
yang bagi kita mungkin sederhana, tetapi bagi mereka, bisa menjadi perbedaan antara bertahan… atau kehilangan segalanya. (Redaksi)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar