Buleleng, Baliberkabar.id – Kehadiran Dokter Ketut Putra Sedana atau yang dikenal dengan sapaan Dokter Caput dalam kuliah umum kebangsaan di Institut Mpu Kuturan (IMK) Singaraja, Jumat (15/5), memantik perhatian publik. Mantan kader PDI Perjuangan Buleleng itu disebut-sebut mulai dekat dengan Partai Gerindra.
Spekulasi tersebut mencuat karena kegiatan itu turut menghadirkan Ketua MPR RI yang juga Sekjen DPP Gerindra, Ahmad Muzani. Selain itu, Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau De Gadjah, juga tampak hadir dalam agenda kebangsaan tersebut.
Menanggapi isu yang berkembang, De Gadjah menegaskan hingga saat ini Dokter Caput belum resmi menjadi bagian dari Gerindra. Meski demikian, ia mengaku terbuka apabila Caput suatu saat memilih bergabung.
“Belum bergabung. Tapi kalau beliau mau bersama Gerindra tentu kami terbuka. Kami mencari figur yang mau bekerja untuk rakyat,” ujar De Gadjah.
Sementara itu, Dokter Caput menepis anggapan bahwa kehadirannya berkaitan dengan langkah politik tertentu. Ia menegaskan datang untuk memenuhi undangan dalam kegiatan kebangsaan.
“Saya hadir karena diundang. Ini kegiatan kenegaraan dan tentunya baik untuk Buleleng,” katanya.
Caput juga mengakui memiliki hubungan dekat dengan De Gadjah. Namun ia menilai kedekatan tersebut lebih sebatas hubungan persaudaraan.
“Dia adik saya, hubungan kami baik sebagai saudara,” ucapnya.
Terkait isu perpindahan partai, Caput memilih santai. Ia menegaskan saat ini lebih fokus menjalankan kegiatan sosial dan profesinya demi kepentingan masyarakat.
“Dalam politik isu seperti itu biasa. Yang penting bagaimana bisa tetap bermanfaat untuk masyarakat,” tegasnya.
Saat disinggung kemungkinan bergabung dengan Gerindra, Caput mengaku belum memiliki rencana ke arah tersebut. Ia merasa lebih nyaman bergerak lewat jalur sosial dan profesi yang menurutnya memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Belum ada pikiran ke sana. Sekarang saya lebih fokus di kegiatan sosial dan profesi,” imbuhnya.
Ia juga menilai seluruh partai politik memiliki tujuan baik bagi masyarakat, tergantung bagaimana arah kepemimpinan di dalamnya.
Diketahui, Dokter Caput sebelumnya merupakan kader PDI Perjuangan Buleleng dan pernah menjabat Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Buleleng sebelum mundur dari partai pada 2024 lalu. (uka)


Social Header