Breaking News

Pelabuhan Celukan Bawang Disiapkan Jadi Jalur Penyeberangan Baru, Pemerintah Bidik Solusi Antrean Panjang Gilimanuk

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, didampingi oleh General Manager Pelindo Celukan Bawang beserta rombongan, meninjau Pelabuhan Celukan Bawang.

BULELENG, Bali Berkabar – Antrean kendaraan yang kerap mengular hingga puluhan kilometer di Pelabuhan Gilimanuk saat musim libur mendorong pemerintah mencari alternatif jalur penyeberangan baru antara Pulau Jawa dan Bali. Salah satu pelabuhan yang kini masuk dalam kajian adalah Pelabuhan Celukan Bawang, Kabupaten Buleleng.

Keseriusan pemerintah terlihat dari kunjungan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama jajaran Kementerian Perhubungan dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, ke Pelabuhan Celukan Bawang. Rombongan juga didampingi Wakil Bupati Buleleng, Forkopimda Kabupaten Buleleng, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah menilai kesiapan infrastruktur pelabuhan sekaligus mengidentifikasi fasilitas yang perlu ditingkatkan apabila nantinya Celukan Bawang difungsikan sebagai pelabuhan penyeberangan alternatif.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pengalaman kemacetan panjang saat arus mudik Lebaran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi menjadi salah satu alasan pemerintah mencari solusi jangka panjang.

"Pada periode tersebut antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk sempat mencapai sekitar 35 kilometer. Karena itu kami melihat potensi Pelabuhan Celukan Bawang untuk membantu mengurangi beban penyeberangan, baik dari arah Ketapang menuju Bali maupun sebaliknya," ujarnya.

Menurut Dudy, Pelabuhan Celukan Bawang memiliki sejumlah keunggulan yang mendukung pengembangan layanan kapal roll on-roll off (Ro-Ro). Selain kondisi dermaga yang dinilai memadai, kawasan pelabuhan juga memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan sebagai area penyangga kendaraan sebelum naik ke kapal sehingga arus kendaraan dapat diatur lebih tertib.

Dalam kajian awal, pemerintah akan mengoptimalkan sejumlah fasilitas yang telah tersedia, termasuk Dermaga Plengsengan dan Dermaga 3. Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat layanan penyeberangan, tetapi juga meningkatkan kapasitas angkutan logistik melalui Pelabuhan Celukan Bawang.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Achmad Muchtasyar, menyatakan pihaknya siap menjalankan arahan pemerintah untuk mengembangkan fungsi Pelabuhan Celukan Bawang sesuai kebutuhan transportasi nasional.

Ia menjelaskan, pelabuhan tersebut pada awalnya dibangun untuk mendukung aktivitas sektor energi. Namun, seiring meningkatnya kebutuhan transportasi laut dan adanya usulan dari Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Perhubungan, Pelindo siap melakukan optimalisasi fasilitas agar dapat melayani angkutan barang sekaligus penyeberangan.

Sebagai tindak lanjut, Pelindo akan segera menyusun kajian teknis guna menentukan langkah pengembangan yang diperlukan sebelum pelabuhan tersebut dapat dioperasikan sebagai alternatif lintasan Jawa–Bali.

Apabila rencana tersebut terealisasi, Pelabuhan Celukan Bawang diharapkan mampu menjadi salah satu simpul transportasi baru di Bali Utara yang tidak hanya membantu mengurangi kepadatan di lintasan Gilimanuk–Ketapang, tetapi juga memperkuat konektivitas antarpulau serta memperlancar distribusi logistik menuju Pulau Bali. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar