Breaking News

Teror Kriminal di Bali, WNA Rusia Diduga Diculik dan Dianiaya demi Aset Kripto

Kombes Pol. Ariasandy, Kabid Humas Polda Bali.
 
BADUNG, Bali Berkabar – Dunia pariwisata Bali kembali diuji dengan munculnya dugaan tindak kriminal serius yang menyasar warga negara asing. Seorang pria berkewarganegaraan Rusia dilaporkan menjadi korban dugaan penculikan, penyekapan, penganiayaan, dan pemerasan di wilayah Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Korban diduga dipaksa menyerahkan akses ke aset kripto miliknya sebelum akhirnya ditinggalkan dalam kondisi terluka.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Polda Bali bergerak cepat membentuk tim gabungan untuk mengungkap identitas para pelaku. Sejumlah lokasi telah didatangi penyidik, saksi-saksi diperiksa, hingga pelacakan digital dilakukan guna mengungkap rangkaian peristiwa yang diduga telah direncanakan secara matang.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana yang menimpa WNA Rusia berinisial AI (41).

"Benar, kami telah menerima laporan terkait dugaan tindak pidana penculikan dan pemerasan terhadap seorang WNA Rusia. Saat ini tim opsnal di lapangan sedang mengumpulkan seluruh bukti dan petunjuk untuk mengidentifikasi para pelaku," ujar Kombes Pol. Ariasandy, Kamis (9/7/2026).

Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, peristiwa itu bermula pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 21.35 Wita. Saat itu korban yang berprofesi sebagai wiraswasta sedang mengendarai sepeda motor sepulang dari Restoran Hedonist menuju tempat tinggalnya. Ketika melintas di kawasan Jalan Uluwatu menuju Jalan Belimbing, Pecatu, Kuta Selatan, laju korban diduga dihadang sebuah mobil berwarna hitam.

Dua orang yang mengenakan penutup wajah kemudian turun dari kendaraan, memborgol tangan korban menggunakan borgol plastik, menutup kepalanya, lalu membawa korban ke sebuah rumah berlantai dua yang hingga kini masih dalam penyelidikan polisi.

Selama kurang lebih 30 jam berada dalam penyekapan, korban mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pukulan dan tendangan. Korban juga dipaksa memberikan kata sandi akun aset kripto miliknya.

Tak hanya itu, para pelaku diduga merampas telepon genggam korban dan mengambil kunci vila yang berada di dasbor sepeda motor. Kunci tersebut kemudian diduga digunakan untuk masuk ke tempat tinggal korban di Villa Ukulele guna mengambil telepon seluler lain yang berisi akses ke akun aset digital milik korban.

Setelah menjalankan aksinya, para pelaku diduga membuang korban di pinggir Jalan Prabu Udayana, tepat di depan RS Universitas Udayana, Jimbaran, pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 04.00 Wita. Korban yang mengalami luka kemudian meminta pertolongan dan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit tersebut.

Dalam proses penyelidikan, Polda Bali telah melakukan olah tempat kejadian perkara di empat lokasi berbeda.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan lokasi pencegatan berada di jalan yang relatif sepi dengan minim kamera pengawas. Sementara di Villa Ukulele, sistem CCTV, jaringan listrik, dan WiFi dilaporkan tidak berfungsi akibat korsleting pada mesin air sehingga tidak dapat merekam aktivitas pelaku.

Penyidik juga telah mengantongi petunjuk mengenai kendaraan yang diduga digunakan para pelaku, yakni sebuah Nissan Serena berwarna hitam.

Selain itu, tim Laboratorium Forensik bersama penyidik Cyber Crime melakukan analisis digital dengan menarik data cell dump di empat titik lokasi kejadian serta melacak pergerakan sinyal telepon seluler korban untuk mempersempit ruang gerak para pelaku.

Kombes Pol. Ariasandy menegaskan, Polda Bali berkomitmen mengusut tuntas perkara tersebut mengingat kasus ini tidak hanya menyangkut tindak kriminal berat, tetapi juga berpotensi memengaruhi rasa aman masyarakat dan wisatawan yang berada di Bali.

"Polda Bali tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan kriminalitas, terlebih yang menyasar wisatawan atau WNA di Bali. Kami mengimbau masyarakat yang melihat kendaraan atau aktivitas mencurigakan pada waktu kejadian agar segera melapor ke kantor polisi terdekat," tegasnya.

Hingga kini, penyidik masih memburu komplotan pelaku yang diduga telah merencanakan aksi tersebut. Polisi juga terus menganalisis rekaman CCTV di sejumlah titik, hasil digital forensik, serta menelusuri jejak kendaraan yang digunakan guna mengungkap lokasi penyekapan dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar