Personel Polsek Banjar meningkatkan patroli malam di jalur Singaraja–Munduk–Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, menyusul beredarnya informasi dugaan aksi begal terhadap pengguna jalan pada dini hari.
BULELENG, Bali Berkabar — Dugaan aksi begal kembali membuat pengguna jalan di jalur Singaraja–Munduk–Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, waspada. Informasi tersebut beredar di media sosial setelah seorang warga mengaku mengalami kejadian mencurigakan saat melintas sekitar pukul 04.30 Wita, Minggu (4/10/2026).
Dalam unggahannya, warga tersebut mengaku melihat dua orang berada di pinggir jalan ketika melintas menuju kawasan Munduk. Salah seorang di antaranya disebut berjalan mendekati kendaraan dan meminta pengendara berhenti.
Karena kondisi jalan masih sepi dan waktu menunjukkan sekitar pukul 04.30 Wita, pengendara memilih tidak menghentikan kendaraannya. Ia terus melaju meninggalkan lokasi.
Orang yang berada di pinggir jalan tersebut juga disebut sempat meminta tumpangan. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi oleh pengendara.
Kejadian tersebut kemudian dibagikan melalui media sosial sebagai peringatan bagi pengguna jalan lainnya agar lebih berhati-hati ketika melintasi jalur tersebut, terutama pada malam hingga dini hari.
Menanggapi informasi itu, Kapolsek Banjar Kompol Made Mustiada mengatakan pihaknya telah memonitor unggahan warga tersebut. Polisi, kata dia, langsung memberikan atensi dan melakukan penyelidikan untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
“Kami sudah monitor dan memberikan atensi. Untuk menyatakan unggahan itu benar atau tidak kami memerlukan waktu untuk melakukan penyelidikan,” jelas Kompol Mustiada, Minggu (4/10/2026).
Hingga saat ini, Polsek Banjar belum menerima laporan resmi mengenai adanya aksi pembegalan terkait kejadian yang beredar di media sosial tersebut.
Meski demikian, polisi tetap mendalami informasi itu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah keberadaan dua orang di lokasi dan tindakan meminta pengendara berhenti maupun meminta tumpangan berkaitan dengan percobaan tindak pidana atau memiliki motif lain.
Polisi juga mengimbau masyarakat tidak panik maupun langsung menyimpulkan kejadian tersebut sebagai aksi begal sebelum hasil penyelidikan diketahui. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya bagi pengendara yang melintas sendirian pada waktu rawan dan di jalur yang relatif sepi.
Pengendara disarankan tidak sembarangan berhenti apabila dihampiri orang tidak dikenal dan segera mencari lokasi yang aman apabila merasa berada dalam situasi mencurigakan.
“Kami minta warga segera menghubungi kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau mengalami kejadian yang mengarah pada tindak pidana,” tandasnya.
Kasus Begal Empat Bulan Lalu
Di tengah beredarnya informasi terbaru tersebut, Polsek Banjar juga mengingatkan bahwa sekitar empat bulan lalu pernah ada laporan warga yang mengaku menjadi korban begal. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, laporan tersebut ternyata palsu.
Mustiada mengatakan, warga tersebut sengaja membuat cerita seolah-olah menjadi korban pembegalan untuk menutupi persoalan pribadi. Sepeda motornya ternyata telah digadaikan untuk membayar utang sehingga ia membuat cerita kepada orang tuanya seolah-olah kendaraan tersebut hilang karena dibegal.
“Laporan adanya pembegalan nihil. Hanya dulu empat bulan lalu pernah ada yang melapor menjadi korban begal dan ternyata bohong alias palsu, langsung kami proses,” ungkap Mustiada.
Kasus tersebut kemudian diproses secara hukum dan telah bergulir hingga pengadilan.
Polisi menegaskan, pengalaman adanya laporan palsu tersebut tidak serta-merta membuat informasi dugaan kejadian terbaru di jalur Munduk diabaikan. Penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan fakta di lapangan. (Red)
Editor: Gede Sumertayasa, S.H.


Social Header