Pekerja mengerjakan rehabilitasi dan pengaspalan ruas jalan Dencarik–Pedawa di wilayah Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng.
BULELENG, Bali Berkabar — Rehabilitasi sejumlah ruas jalan kabupaten yang menghubungkan wilayah Dencarik hingga Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, terus dikebut. Pekerjaan yang mencakup pengaspalan sepanjang total sekitar 6,5 kilometer tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Pengawas pekerjaan dari Dinas PUPR Perkim Kabupaten Buleleng, Ketut Widarmawa, mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari penyelenggaraan jalan kabupaten yang saat ini difokuskan pada sejumlah ruas strategis.
“Total panjang jalan yang ditangani dalam proyek ini mencapai 6,5 kilometer,” kata Widarmawa saat ditemui di lokasi pekerjaan di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, pekerjaan terbagi dalam beberapa ruas. Di antaranya ruas Dencarik–Pedawa sepanjang 936 meter, ruas Dencarik–Cempaga sepanjang 1,1 kilometer, serta ruas SP3 Jalan Nasional Temukus–SP3 Jalan Provinsi Munduk sepanjang sekitar 4,5 kilometer.
Pekerjaan tersebut memiliki masa pelaksanaan 150 hari kalender sesuai kontrak. Dengan progres yang terus dikebut, seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat pada Desember mendatang.
Perbaikan akses tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi di wilayah yang dilintasi.
“Melalui perbaikan jalan ini, mobilitas warga sehari-hari diharapkan menjadi lebih aman dan lancar, sehingga perekonomian serta kesejahteraan masyarakat setempat dapat terus meningkat,” ujar Widarmawa.
Sementara itu, Perbekel Desa Pedawa, Putu Mardika, menyambut baik realisasi perbaikan jalan tersebut. Ia mengatakan akses jalan yang diperbaiki merupakan jalur strategis bagi masyarakat Pedawa dan desa-desa di sekitarnya.
Menurut Mardika, keberadaan jalan tersebut juga dapat memangkas waktu tempuh perjalanan, termasuk bagi masyarakat yang datang dari arah Denpasar dan Badung.
“Jalan ini merupakan jalan strategis bagi aktivitas masyarakat Desa Pedawa dan desa lainnya karena menjadi penghubung antarwilayah,” kata Mardika.
Selain menunjang mobilitas warga, infrastruktur jalan dinilai penting untuk pengembangan Pedawa sebagai desa wisata. Terlebih, menurut Mardika, mulai terdapat minat investor untuk membangun vila maupun fasilitas pendukung pariwisata di kawasan tersebut.
Karena itu, akses jalan yang memadai dinilai menjadi salah satu faktor penting agar aktivitas masyarakat maupun kegiatan ekonomi dapat berjalan lebih lancar.
Namun, Mardika berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada ruas jalan yang saat ini tengah dikerjakan. Ia meminta akses Banjar Lambo di Desa Pedawa juga segera mendapat penanganan.
Jalur tersebut dinilai penting karena menjadi penghubung menuju kawasan Asah Gobleg dan Desa Gobleg.
Selain jalan, Pemerintah Desa Pedawa juga meminta perbaikan jembatan desa yang mengalami kerusakan akibat bencana.
“Jembatan desa yang merupakan akses vital menuju jantung desa rusak parah dan tidak layak dilalui karena bencana kemarin. Kami berharap segera diperbaiki oleh instansi terkait,” tegasnya.
Pemerintah Desa Pedawa berharap perbaikan infrastruktur dilakukan secara bertahap hingga menjangkau seluruh wilayah desa, sehingga akses transportasi dan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara merata. (Hms)
Editor: Gede Sumertayasa, S.H.


Social Header