Breaking News

Upaya Kendalikan Populasi dan Cegah Rabies, Pemdes Gobleg Buleleng Vaksinasi dan Sterilisasi Puluhan Anjing

Dokter hewan memberikan pelayanan vaksinasi rabies dan sterilisasi anjing milik warga di Banjar Bina Kasa, Desa Gobleg, Buleleng, Minggu (20/9/2026).

BULELENG, Bali Berkabar — Upaya mengendalikan populasi anjing sekaligus mencegah penyebaran rabies dilakukan Pemerintah Desa Gobleg bersama dokter hewan melalui kegiatan vaksinasi rabies gratis dan sterilisasi anjing di Banjar Bina Kasa, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, Minggu (20/9/2026).

Kegiatan sosial yang diinisiasi Ikatan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Korwil Buleleng tersebut melibatkan sekitar 30 dokter hewan. Masyarakat tampak antusias memanfaatkan pelayanan gratis dengan membawa anjing peliharaan mereka untuk mendapatkan vaksinasi maupun sterilisasi.

Perbekel Desa Gobleg, Made Suparsa, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana melalui koordinasi Pemerintah Desa Gobleg dengan dokter hewan Korwil Buleleng. Selain memberikan perlindungan terhadap anjing melalui vaksinasi rabies, kegiatan ini juga diarahkan untuk membantu mengendalikan pertumbuhan populasi anjing di wilayah Gobleg.

"Untuk hasil vaksinasi sebanyak 94 ekor. Sedangkan sterilisasi total 32 ekor, terdiri dari 17 jantan dan 15 betina," ujar Made Suparsa, Senin (21/9/2026).

Menurut Suparsa, pengendalian populasi anjing menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian, tidak hanya di Desa Gobleg tetapi juga di Bali secara umum. Sterilisasi menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan populasi anjing secara lebih terukur.

Di sisi lain, vaksinasi rabies dinilai penting sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit rabies. Dengan semakin banyak anjing yang mendapatkan vaksinasi, diharapkan risiko penularan rabies di lingkungan masyarakat dapat ditekan.

Suparsa berharap kegiatan sosial tersebut dapat menjadi langkah awal untuk melakukan pendataan sekaligus mengetahui populasi anjing yang ada di Desa Gobleg.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi desa atau wilayah lainnya, sehingga pengendalian populasi anjing dan pencegahan rabies dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

"Kami berharap kegiatan ini menjadi pionir dan bisa dicontoh oleh daerah lain, sehingga populasi anjing bisa dideteksi dan sekaligus didata," katanya.

Bagi Pemerintah Desa Gobleg, kolaborasi dengan para dokter hewan menjadi bagian penting dalam memberikan edukasi sekaligus pelayanan kepada masyarakat. Vaksinasi dan sterilisasi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan hewan, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman bagi masyarakat.

Kegiatan di Banjar Bina Kasa tersebut mencatat total 94 ekor anjing mendapatkan vaksinasi rabies, sementara 32 ekor menjalani sterilisasi, dengan rincian 17 anjing jantan dan 15 anjing betina. (Smty)

Penulis: Gede Sumertayasa, S.H.
© Copyright 2022 - Bali Berkabar