SINGARAJA, Buleleng, Baliberkabar.id -
Komitmen PDI Perjuangan dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, sehat, dan berjiwa gotong royong kembali dibuktikan. Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana, S.P., menggelar turnamen futsal pelajar paling legendaris di Bali Utara, KMS Soekarno Cup III, yang resmi bergulir di GOR Bhuana Patra Singaraja, Minggu (20/9/2026).
Turnamen yang mengusung semangat Soekarnoisme ini dibuka langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna, kader-kader terbaik PDI Perjuangan di Buleleng, serta dihadiri Forkopimda, pengurus DPC PDI Perjuangan Buleleng, dan ratusan pelajar SMP-SMA-SMK se-Buleleng yang memenuhi tribun GOR hingga bergemuruh
Ketut Kariyasa Adnyana dalam sambutannya menegaskan, KMS Soekarno Cup bukanlah sekadar turnamen olahraga, melainkan implementasi nyata dari ajaran Bung Karno tentang pentingnya membangun jiwa dan raga generasi penerus bangsa.
"Kami di PDI Perjuangan diajarkan oleh Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk selalu turun ke bawah, berbaur bersama rakyat, khususnya anak muda. KMS Cup ini adalah wujud pengamalan Trisakti Bung Karno - berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, yang salah satunya melalui olahraga," ujar Kariyasa yang juga dikenal sebagai tokoh milenial PDI Perjuangan Bali.
Lebih lanjut, Kariyasa memaparkan 3 filosofi utama KMS Cup yang sejalan dengan nilai-nilai PDI Perjuangan:
1. KMS adalah Kalah Menang Sehat, Semangat Gotong Royong.
PDI Perjuangan tidak hanya mengajarkan tentang kemenangan, tapi tentang sportivitas dan kebersamaan. Turnamen ini memberikan ruang positif bagi anak muda Buleleng agar terhindar dari narkoba, judi online, dan pergaulan negatif. Menang kalah biasa, yang penting sehat jiwa raga dan tetap bergotong royong.
2. Spirit Bung Karno - Gantungkan Cita-Citamu Setinggi Langit.
Quote Bung Karno yang terpampang besar di backdrop utama GOR menjadi ideologi turnamen. PDI Perjuangan ingin anak-anak Buleleng berani bermimpi besar, tidak minder, dan percaya diri bahwa dari pelosok Buleleng pun bisa lahir atlet nasional yang mengharumkan Merah Putih. Ini adalah mentalitas banteng yang tidak pernah menyerah.
3. Jaring Bibit Atlet untuk Kontingen Buleleng dan Bali, Investasi Kader Masa Depan.
KMS Cup telah melahirkan ratusan bibit atlet futsal berbakat yang kini memperkuat tim Porprov, PON, hingga Liga Profesional. Ini adalah bukti kerja nyata kader PDI Perjuangan dalam membangun sumber daya manusia unggul, bukan sekadar janji.
"KMS CUP ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak muda Buleleng. Sesuai arahan partai, kita harus hadir memberikan wadah positif. Kita ingin mereka menyalurkan bakatnya secara positif dan kelak mengharumkan nama Buleleng dan Bali di tingkat nasional. Ini kerja ideologis yang akan terus kami jaga," tegas Kariyasa.
Momen Ideologis:
Momen paling menggetarkan terjadi saat I Ketut Kariyasa Adnyana bersama Bupati I Nyoman Sutjidra dan Wabup Gede Supriatna turun dari panggung kehormatan dan berbaur langsung di tribun bersama ratusan suporter pelajar. Ketiganya mengangkat kepalan tangan kiri, simbol perjuangan wong cilik, bersama ratusan pelajar yang bergemuruh meneriakkan yel-yel "Merdeka! Merdeka! Merdeka!" dan "Salam Metal, Menang Total!".
Euforia tersebut menjadi potret nyata kedekatan kader PDI Perjuangan dengan rakyat, khususnya generasi Z dan milenial di Buleleng. Tidak ada sekat antara pemimpin dan rakyat.
Turnamen KMS Soekarno Cup III akan berlangsung selama satu bulan penuh dengan diikuti 64 tim pelajar se-Buleleng dan memperebutkan piala bergilir Soekarno Cup serta pembinaan atlet berjenjang oleh tim scouting resmi.(Dwi Wahyudi)


Social Header