Tim gabungan saat mengevakuasi jenazah korban di perairan Banyuwangi.
JEMBRANA, Bali Berkabar – Pencarian I Gusti Putu Sugiarta, nelayan asal Desa Cupel, Kabupaten Jembrana, yang dilaporkan hilang saat melaut sejak Kamis (10/9/2026), berakhir tragis. Setelah empat hari dilakukan pencarian, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban ditemukan dan kemudian dievakuasi oleh nelayan setempat ke Pantai Pengambengan, Minggu (13/9/2026).
Namun, di balik ditemukannya korban, terdapat kisah yang membuat keluarga harus melalui proses panjang untuk membawa jenazah Sugiarta kembali ke Bali. Sebelumnya, korban disebut telah ditemukan oleh nelayan asal Madura di perairan atau pesisir Banyuwangi.
Karena tidak mengetahui identitas korban, warga yang menemukan jenazah tersebut kemudian menguburkannya di kawasan pesisir Banyuwangi.
Informasi mengenai penemuan jenazah akhirnya sampai kepada pihak keluarga. Keluarga kemudian menyeberang menggunakan perahu menuju Banyuwangi untuk memastikan identitas sekaligus membongkar kembali makam tersebut.
Jenazah selanjutnya dibawa pulang ke Bali untuk diserahkan kepada keluarga dan menjalani proses pemakaman sesuai adat setempat.
Sementara itu, operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan berlangsung selama empat hari dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk penyisiran melalui jalur laut dan darat.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan SAR Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, mengatakan korban akhirnya ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian hingga hari keempat.
“Pencarian hari ke-4 nelayan yang hilang sudah kita lakukan bersama tim SAR Gabungan. Sampai saat ini memang korban ditemukan dan dievakuasi oleh nelayan ke Pantai Pengambengan,” ujar Dewa Hendri, Minggu (13/9/2026).
Penemuan korban tersebut mengakhiri pencarian yang sebelumnya dilakukan setelah Sugiarta dilaporkan tidak kembali saat melaut.
Bagi keluarga, kabar ditemukannya Sugiarta membawa kepastian mengenai keberadaan korban, namun sekaligus meninggalkan duka mendalam. Terlebih, jenazah korban sebelumnya sempat dikuburkan oleh warga di Banyuwangi sebelum akhirnya diketahui oleh pihak keluarga dan dibawa kembali ke Bali. (Hms)
Editor: Gede Sumertayasa, S.H.


Social Header