BANGLI, Baliberkabar.id – Musibah kebakaran menghanguskan satu unit kandang ayam pedaging di Banjar Sama Undisan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Sabtu (20/12/2025) dini hari.
Api yang berkobar cepat tak hanya meluluhlantakkan bangunan kandang, tetapi juga memusnahkan sekitar 15 ribu ekor ayam pedaging yang baru berusia sembilan hari.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 00.20 WITA di kandang milik I Made Madra Oktaviana (30). Kepanikan bermula saat seorang karyawan kandang mendengar alarm berbunyi tak biasa. Saat dicek, api telah membakar bagian bawah kandang dan dalam hitungan menit membesar, menyebar tanpa mampu dibendung.
Menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Tembuku bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian. Unit Reskrim langsung melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, serta memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kapolsek Tembuku melalui Kanit Reskrim Polsek Tembuku, IPDA I Nengah Kariawan, S.H., mengatakan pihaknya sigap melakukan langkah-langkah awal penanganan sejak laporan diterima.
“Anggota kami segera mendatangi TKP, melakukan pengamanan, meminta keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan instansi terkait agar penanganan berjalan optimal,” jelasnya.
Upaya pemadaman api dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bangli. Dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi sekitar pukul 01.00 WITA. Setelah berjibaku selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 03.30 WITA.
Akibat kebakaran tersebut, satu unit kandang ayam berukuran 9 x 60 meter hangus terbakar. Selain ribuan ayam pedaging, sejumlah peralatan penting ikut musnah, di antaranya satu unit mesin genset, mesin blower, panel pemanas kandang, serta pakan ayam sebanyak kurang lebih 389 sak. Total kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Dalam penanganan lanjutan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa sisa arang kebakaran dan panel pelet pemanas kandang. Unit Reskrim Polsek Tembuku juga telah berkoordinasi dengan Piket Identifikasi Polres Bangli guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
“Untuk sementara, korban tidak mencurigai adanya unsur kesengajaan dan menganggap kejadian ini sebagai musibah. Namun demikian, penyelidikan tetap kami lakukan sesuai prosedur untuk memastikan penyebab kebakaran secara pasti,” tambah IPDA I Nengah Kariawan. (Sdn)


Social Header