Breaking News

Setelah Mengaku Menangkan Prabowo–Gibran, Relawan GMPP Bali Kini Kecewa dan Harap Prabowo Turun Tangan

Foto: Ketua DPW GMPP Bali, Ristyarini Pujiastuti, didampingi oleh Penasihat DPW GMPP Bali, Ida Bagus Eka Darmika, saat menggelar jumpa pers.

DENPASAR, Baliberkabar.id – Polemik internal antara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Mantap Pilih Prabowo (GMPP) Provinsi Bali dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) kian memanas.

Dalam lanjutan jumpa pers di Kantor GMPP Bali, Jalan Danau Tempe 1 Griya Mas Sanur - Denpasar, Jumat (28/2/2026) pukul 13.30 Wita, pengurus wilayah menyatakan telah membawa dokumen dukungan masyarakat langsung ke Jakarta sebagai bukti keseriusan memenangkan pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024.

DPW GMPP Bali mengaku sejak awal mendapat keyakinan dari pusat bahwa operasional gerakan tidak perlu dikhawatirkan karena akan didukung melalui berbagai kegiatan terstruktur. Namun, komitmen tersebut dinilai belum terealisasi.

Ketua DPW GMPP Bali, Ristyarini Pujiastuti, menegaskan janji dukungan dari pusat menjadi dasar pembentukan struktur hingga tingkat kabupaten/kota.

“Sejak awal kami diberi keyakinan bahwa operasional tidak perlu dikhawatirkan karena akan dibantu pusat melalui kegiatan. Itu yang menjadi dasar kami bergerak cepat membentuk struktur sampai ke tingkat kabupaten/kota,” tegas Ristyarini.

Sebagai bentuk keseriusan, DPW mengaku telah membawa sebagian dokumen asli berupa surat pernyataan dukungan yang ditandatangani langsung oleh warga Bali.

“Kami bahkan sempat ke Jakarta dengan membawa sebagian dokumen asli yang ditandatangani langsung oleh warga sebagai bentuk dukungan kepada Prabowo-Gibran melalui GMPP Provinsi Bali. Itu bukti kerja nyata kami,” ujarnya.

Ketua DPW GMPP Bali, Ristyarini Pujiastuti, bersama oleh Penasihat DPW GMPP Bali, Ida Bagus Eka memperlihatkan dokumen kepengurusan GMPP Bali.

Menurutnya, ribuan surat dukungan tersebut dihimpun saat konsolidasi dan sosialisasi di berbagai kabupaten/kota. Dokumen itu diterbitkan oleh GMPP Bali dan ditandatangani para pemilih sebagai pernyataan sikap politik.

Penasihat DPW GMPP Bali, Ida Bagus Eka Darmika, menambahkan bahwa langkah membawa dokumen ke pusat bertujuan untuk menunjukkan legitimasi kerja para relawan di Bali.

“Itu bukan omong kosong. Ada dokumen tertulis, ada tanda tangan dari masyarakat. Itu menunjukkan hasil keseriusan kerja kami yang terstruktur," ujarnya.

Mengakhiri pernyataannya, Ida Bagus Eka Darmika menyampaikan harapan agar persoalan internal yang tengah dihadapi relawan GMPP Bali dapat diketahui dan didengar langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kami berharap Bapak Presiden bisa mendengar persoalan ini. Pihak kami menggunakan dana pribadi saat perhelatan Pemilu 2024 untuk kegiatan konsolidasi dan sosialisasi. Harapan kami ada solusi dan kejelasan atas pengeluaran yang sudah kami keluarkan,” ujarnya.

Menurutnya, penyampaian aspirasi tersebut bukan untuk memperkeruh situasi, melainkan mencari penyelesaian yang adil dan terbuka atas komitmen yang sebelumnya disampaikan kepada pengurus wilayah.
Foto: Ketut Saputra, warga Desa Tonja, memilih pasangan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden.

Dalam kesempatan yang sama, relawan asal Desa Tonja, Denpasar, Ketut Saputra, mengaku kecewa atas komitmen yang menurutnya belum terealisasi.

“Saya pendukung Prabowo-Gibran. Di desa saya, Prabowo-Gibran menang mutlak,” ujarnya.

Ia mengaku aktif melakukan sosialisasi dan sempat menyampaikan kepada warga bahwa akan ada dukungan kegiatan melalui GMPP.

“Dalam pencarian dukungan, saya sampaikan ke warga bahwa nantinya akan dibantu oleh GMPP jika ada kegiatan. Namun sampai sekarang tidak ada yang terealisasi,” tuturnya.

Meski kecewa, Ketut Saputra menegaskan dirinya bukan kader partai politik. “Saya ini bukan orang partai. Saya bangga bisa memenangkan Prabowo-Gibran. Tapi komitmen janji yang disampaikan tidak terbukti. Itu yang membuat saya kecewa,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah melalui pesan WhatsApp terkait pernyataan DPW Bali, Ketua DPP GMPP, Abdul Ghoni, menyatakan akan memberikan keterangan resmi setelah menunaikan ibadah.

“Nanti kami jawab setelah sholat tarawih. Mohon izin, kami sedang berbuka puasa,” tulis Abdul Ghoni dalam pesan singkatnya.

Namun hingga berita ini diturunkan, Abdul Ghoni belum menyampaikan penjelasan lanjutan terkait substansi polemik yang disampaikan DPW Bali. 

Redaksi masih menunggu klarifikasi resmi dari DPP GMPP guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi dan akan memperbarui pemberitaan setelah tanggapan lengkap diterima. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar