Breaking News

Dipuji Jadi Contoh Nasional, Kolaborasi EL Hotel dan Desa Adat Intaran - Sanur Perkuat Ekonomi Rakyat

Pendiri EL Hotel & Resort Bali Sanur, Enggartiasto Lukita (berpakaian hitam), didampingi oleh Bendesa Adat Intaran ketika memantau stan UMKM pada acara serah terima stan di depan EL Hotel & Resort, Bali-Sanur.

DENPASAR, Baliberkabar.id – Di tengah pesatnya pembangunan sektor pariwisata, kekhawatiran masyarakat lokal tersisih oleh investasi masih kerap menjadi perbincangan. Namun pemandangan berbeda terlihat di kawasan Pantai Intaran, Sanur, Minggu (31/5/2026).

Alih-alih menggusur pedagang yang telah lama mencari nafkah di pesisir pantai, pihak EL Hotel & Resort Bali Sanur justru menyerahkan enam kios UMKM yang dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk dimanfaatkan masyarakat setempat.

Enam kios tersebut diserahkan kepada Desa Adat Intaran dan selanjutnya diperuntukkan bagi pelaku usaha kecil yang selama ini berjualan di sekitar Pantai Intaran dengan fasilitas seadanya. Kehadiran kios permanen itu diharapkan mampu menciptakan kawasan yang lebih tertata sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan dan pelaku usaha.

Founder EL Hotel & Resort Bali Sanur, Enggartiasto Lukita, mengatakan investasi dan keberadaan masyarakat lokal seharusnya tidak dipertentangkan. Menurutnya, keduanya dapat berjalan berdampingan apabila dibangun dengan komunikasi dan komitmen yang baik.

"Sebagai investor yang masuk ke wilayah ini, kami diterima dengan baik. Di sisi lain, desa juga meyakinkan kami untuk berjalan berdampingan dengan masyarakat yang sudah lebih dulu berusaha di sini. Ini sesuatu yang langka dan patut menjadi contoh," ujarnya.

Mantan Menteri Perdagangan RI tersebut menilai selama ini hubungan antara investor dan pelaku usaha kecil sering dipersepsikan saling berhadapan. Padahal, jika dikelola dengan tepat, keberadaan investasi justru dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Karena itu, pihaknya berupaya menghadirkan kawasan yang lebih tertata tanpa menghilangkan ruang usaha warga yang telah lama menggantungkan hidup di Pantai Intaran.

"Kami ingin kawasan ini lebih nyaman, lebih rapi, dan tidak ada kesenjangan. Pedagang bisa berjualan lebih baik, wisatawan merasa nyaman, dan pada akhirnya ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh," katanya.

Komitmen menjaga keseimbangan antara investasi dan kepentingan warga juga ditegaskan Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana. Menurutnya, Desa Adat Intaran selalu terbuka terhadap investor yang ingin mengembangkan usaha di wilayahnya, selama keberadaannya memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.

Ia menegaskan investasi tidak boleh hanya menghasilkan keuntungan ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga harus membuka ruang bagi warga untuk berkembang melalui peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

"Kami mendukung investor yang ingin berkembang di Intaran. Namun masyarakat lokal juga harus ikut merasakan manfaatnya. Jangan sampai pembangunan berjalan tetapi warga justru tersisihkan," tegasnya.

Enam warga pedagang menerima stand UMKM di Hotel & Resort Bali Sanur, mendapatkan kios UMKM yang dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Di balik peresmian kios tersebut, senyum para penerima bantuan menjadi gambaran nyata manfaat program yang dirasakan masyarakat.

Nyoman Lediani, salah satu penerima kios, mengaku kini memiliki tempat usaha yang jauh lebih layak dibandingkan sebelumnya. Dari kios sederhana itu, ia menjual aneka makanan dan minuman, mulai dari air mineral, minuman ringan, jajanan tradisional Bali, pia, ubi rebus hingga kuliner khas seperti tipat cantok dan rujak.

"Saya sangat senang dan berterima kasih karena diberikan tempat untuk berjualan. Harapan saya program seperti ini bisa terus berjalan karena sangat membantu perekonomian keluarga," ujarnya.

Hal serupa dirasakan Nyoman Sukadana. Pedagang yang menjual kerajinan khas Bali dan kelapa muda tersebut mengaku keberadaan kios permanen membuatnya dapat lebih fokus menjalankan usaha tanpa harus berpindah-pindah lokasi berjualan.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada pihak hotel yang telah memberikan tempat untuk berjualan. Dengan adanya kios UMKM ini saya merasa sangat terbantu karena bisa lebih fokus menjalankan usaha," katanya.

Menurut Sukadana, selain menjual kelapa muda yang banyak diminati wisatawan, dirinya juga menawarkan berbagai kerajinan khas Bali seperti topeng tradisional, topi anyaman bambu, angklung gantung, hingga layang-layang. Ia berharap kios tersebut mampu meningkatkan pendapatan keluarganya di masa mendatang.

Apresiasi juga datang dari Koordinator UMKM Desa Adat Intaran sekaligus Kepala Bidang Wirausaha UMKM Kota Denpasar, I Putu Aryana. Ia menilai bantuan kios tersebut menjadi bukti bahwa sektor usaha besar dan UMKM dapat tumbuh bersama.

"Kami sangat berterima kasih kepada pihak EL Hotel & Resort Bali Sanur yang telah memberikan kios UMKM kepada masyarakat Intaran. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada bisnisnya, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar," ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Fungsional Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Kota Denpasar, Dewi Diana Putra, menyebut program tersebut sejalan dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat yang selama ini dikembangkan Pemerintah Kota Denpasar.

Menurutnya, keberhasilan destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh pembangunan hotel atau fasilitas pariwisata, tetapi juga sejauh mana masyarakat sekitar ikut memperoleh manfaat ekonomi dari perkembangan kawasan tersebut.

"Investor yang datang tidak hanya meningkatkan perekonomian perusahaannya sendiri, tetapi juga memperhatikan masyarakat di sekitar kawasan wisata. Inilah konsep pariwisata berbasis masyarakat yang terus kami dorong," katanya.

Penyerahan enam kios UMKM di Pantai Intaran menjadi gambaran bahwa investasi tidak selalu identik dengan penggusuran atau berkurangnya ruang ekonomi masyarakat. Di Sanur, kolaborasi antara investor, desa adat, pemerintah, dan warga justru melahirkan model pembangunan yang memberi ruang bagi usaha kecil untuk tetap hidup dan berkembang di tengah kemajuan pariwisata. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar