Breaking News

Geger Penemuan Mayat Pria Asal Pasuruan di Kos-Kosan Pejarakan, Kondisi Tubuh Sudah Membusuk


BULELENG, Baliberkabar.id – Warga Banjar Dinas Goris Asri, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di sebuah rumah kontrakan atau kos-kosan, Senin (25/5/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Muh. Ardiansyah Idul Manzil (36), seorang karyawan swasta asal Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Mayat korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.00 Wita oleh pemilik kontrakan, Luh Sulatri, saat datang untuk membersihkan rumah kontrakan miliknya di Banjar Dinas Goris Asri.

Saat itu, saksi curiga karena pintu kamar korban dalam keadaan terbuka dan tercium bau menyengat dari dalam kamar.

“Ketika dicek dari luar kamar, korban sudah dalam keadaan terbujur kaku di dalam kamar,” ujar Kasi Humas Iptu Yohana Rosalin Diaz.

Melihat kondisi tersebut, saksi kemudian memanggil anaknya, Ketut Andik Saputra, untuk memastikan keadaan korban sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Mendapat laporan penemuan mayat, personel Polsek Gerokgak bersama piket fungsi yang dipimpin Pawas AKP Ketut Mastra langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan tim medis dan INAFIS Polres Buleleng.

Menurut Iptu Yohana, korban diketahui sudah sekitar tiga bulan tinggal di rumah kontrakan tersebut. Korban sebelumnya tinggal bersama seorang perempuan yang diakuinya sebagai istri, namun perempuan tersebut disebut telah pulang ke Jawa sekitar dua bulan lalu.

“Saksi terakhir melihat korban pada Jumat malam saat sedang berbelanja di toko depan kos. Selama tinggal di sana, korban juga diketahui jarang berinteraksi dengan penghuni lainnya,” jelasnya.

Dari keterangan saksi lain, korban juga sempat mengeluhkan sakit gigi beberapa waktu sebelum ditemukan meninggal dunia.

Sementara itu, hasil pemeriksaan medis luar oleh dokter Puskesmas Gerokgak II menunjukkan tubuh korban sudah mengalami proses pembusukan.

“Terdapat tanda lebam mayat, kaku mayat, serta tanda pembusukan pada tubuh korban. Namun dari pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan,” terang Iptu Yohana.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya sebuah handphone Oppo warna hitam, kartu identitas korban, dan tas berisi perlengkapan kerja.

Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans PMI menuju kamar jenazah RSUD Buleleng untuk penanganan lebih lanjut sambil menunggu pihak keluarga yang hingga kini masih diupayakan untuk dihubungi.

Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban. (Sdn)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar