Klungkung – baliberkabar.id | Personel Polsek Klungkung melaksanakan pengamanan kegiatan Upacara Tawur Agung Labuh Gentuh, Ngeruwak Bumi Penegteg Jagat yang digelar di lokasi pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB), Jalan Prof. Ida Bagus Mantra, Desa Gelgel, Kecamatan/Kabupaten Klungkung, Senin, (29/12/2025).
Upacara tersebut dilaksanakan sebagai bentuk penyucian kawasan sebelum dimulainya pembangunan fisik Pusat Kebudayaan Bali. Kawasan ini diketahui memiliki sejarah panjang, dimana pada masa lalu menyimpan berbagai peristiwa, pernah terbengkalai sejak tahun 1963, serta sempat dimanfaatkan sebagai area galian C.
Kegiatan sakral ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Gubernur Bali Dr. Ir. I Wayan Koster, MM., M.Si., Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali, para Wali Kota dan Bupati se-Bali, instansi Pemerintah Provinsi Bali, kelompok ahli pembangunan, Kepala Dinas Kebudayaan se-Bali, Dandim 1610 Klungkung, Kapolres Klungkung yang diwakili Kapolsek Dawan, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Klungkung guna memastikan seluruh rangkaian upacara berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, mengingat tingginya kehadiran pejabat dan masyarakat serta nilai sakral dari kegiatan tersebut. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Pembangunan fisik Pusat Kebudayaan Bali direncanakan dimulai paling lambat pada April 2026, dengan proses tender yang saat ini telah berjalan. Proyek strategis tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp1,2 triliun yang dilaksanakan dalam tiga tahap pada periode 2026–2028, ditargetkan rampung pada tahun 2027 dan siap menggelar Pesta Kesenian Bali (PKB) pertama di lokasi tersebut pada tahun 2028.
Kapolsek Klungkung Kompol I Wayan Sujana, S.H., M.H. menyampaikan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung kelancaran kegiatan keagamaan dan pembangunan strategis daerah.
“Pengamanan dilakukan untuk menjamin kegiatan upacara berjalan aman dan khidmat, sekaligus memberikan rasa aman kepada seluruh peserta dan masyarakat yang hadir, sehingga tahapan awal pembangunan Pusat Kebudayaan Bali dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya. (Sdn/Hms)


Social Header