BULELENG, Baliberkabar.id – Operasi pencarian korban banjir bandang yang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, memasuki hari ketiga pada Minggu (8/3/2026). Tim SAR gabungan menurunkan 162 personel untuk menyisir aliran sungai hingga perairan laut di muara Sungai Tukad Mendaum.
Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (6/3/2026) sore akibat hujan ekstrem membawa dampak besar. Empat warga dilaporkan hanyut terbawa arus, sejumlah rumah rusak, pohon tumbang, dan tanah longsor di beberapa titik.
Kepala Pos SAR Buleleng, Donny Indrawan, mengatakan pencarian difokuskan di beberapa titik yang diduga masih terdapat korban tersangkut material banjir. Tim pertama menyisir dari Jembatan Banjar menuju muara sungai, sementara tim ketiga menelusuri perairan laut menggunakan dua unit perahu karet hingga sejauh 22 kilometer dari muara.
“Tim satu menyisir dari jembatan Banjar ke arah muara. Titik yang dicurigai masih ada tumpukan sampah di pinggir sungai,” jelas Donny.
Pencarian juga difokuskan di sekitar lokasi ditemukannya salah satu korban sebelumnya di perbatasan Desa Banjar dan Desa Kalianget, Kecamatan Seririt.
“Kami maksimalkan pencarian di perbatasan Banjar dan Kalianget, mengarahkan pelacakan ke utara,” tambahnya.
Dalam operasi hari ketiga, tim SAR menghadapi sejumlah kendala, termasuk tumpukan sampah yang tidak bisa diurai manual dan arus sungai yang masih cukup deras. Dua unit excavator dikerahkan untuk mempercepat pembersihan material banjir, sementara anjing pelacak (K-9) siap diterjunkan bekerja sama dengan kepolisian.
Sesuai prosedur Basarnas, pencarian berlangsung selama tujuh hari, dengan pemantauan tetap dilakukan setelah masa operasi resmi berakhir.
Hingga saat ini, dua korban telah ditemukan meninggal dunia, yakni Dewa Ketut Adi Suarjana (55) dan Komang Suci (44). Sementara kakak beradik Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12) masih dalam pencarian.
Sementara, data dari BPBD Kabupaten Buleleng mencatat, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat hujan ekstrem berdampak pada sekitar 500 kepala keluarga (KK) di berbagai kecamatan, dengan Kecamatan Banjar menjadi wilayah paling terdampak. Titik lokasi kejadian sementara tercatat mencapai 96 titik.
Sore ini, Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Gede Suyasa, SP, menyampaikan bahwa telah ditemukan satu jenazah di Pantai Dencarik pada pukul 15.42 WITA. Namun, belum dapat dipastikan apakah jenazah tersebut merupakan salah satu korban yang hanyut terbawa banjir atau orang lain dari lokasi berbeda. Jenazah kini dikirim ke RSUD Singaraja, dan pihak keluarga diminta melakukan identifikasi.
"Hari ini kami kembali menemukan satu jenazah di Pantai Dencarik sekitar pukul 15.42 WITA. Saat ini jenazah sedang dibawa ke RSUD Singaraja untuk diidentifikasi oleh keluarga," ungkap Gede Suyasa.
Pihak BPBD menegaskan, pencarian korban lainnya masih terus dilakukan hingga sore ini, dan tim SAR akan melanjutkan penyisiran hingga hari berikutnya untuk memastikan seluruh korban ditemukan. (Smty)


Social Header