Breaking News

Buleleng Masih Siaga Banjir dan Longsor, Arus Mudik Laut di Pelabuhan Celukan Bawang Dipantau

Foto: suasana di pelabuhan Celukan Bawang.

BULELENG, Baliberkabar.id – Intensitas hujan yang tinggi sepanjang akhir pekan lalu di Kabupaten Buleleng memicu banjir bandang di Kecamatan Banjar dan Seririt. Beberapa wilayah lain juga terdampak longsor dan pohon tumbang, membuat masyarakat tetap siaga menghadapi potensi bencana lanjutan.

Cuaca ekstrem ini berpotensi memengaruhi arus mudik laut melalui Pelabuhan Celukan Bawang, salah satu jalur utama transportasi laut bagi masyarakat yang mudik maupun kembali ke perantauan. Pengelola pelabuhan dan KSOP Celukan Bawang terus memantau kondisi cuaca dan aktivitas pelayaran agar perjalanan tetap aman.

Direktur PT Pelindo Kabupaten Buleleng, Muhammad Imron, mengatakan fasilitas pelabuhan telah dipersiapkan untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem. Pemantauan dilakukan secara rutin melalui koordinasi dengan KSOP, BMKG, dan unit navigasi. Senin (9/3/2026) pukul 10.30 wita.

“Tim operasional pelabuhan disiagakan untuk memastikan aktivitas kepelabuhanan tetap berjalan aman, terutama saat hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,” ujar Imron.

Imron menambahkan, kegiatan bongkar muat, terutama komoditas general cargo, berpotensi terganggu karena sebagian besar masih dilakukan secara manual oleh Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). 

“Jika cuaca memburuk, operasional dihentikan sementara demi keselamatan pekerja dan keamanan barang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Celukan Bawang, Taufikur Rahman. SH, MM,  menegaskan pihaknya terus memantau arus mudik laut dan keselamatan pelayaran.

“Kami memonitor kedatangan dan keberangkatan kapal, jumlah penumpang, serta kondisi gelombang laut secara real-time agar jadwal sandar kapal tetap aman,” kata Taufikur.

Menurut Taufikur, hingga Senin pagi, terdapat tiga kapal bersandar di Dermaga 1 dan 2, sementara di Dermaga 3 ada kapal perintis Sanus 51. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan Pelindo, BMKG, operator kapal, dan instansi keamanan pelabuhan. Langkah antisipatif yang diterapkan termasuk penyesuaian jadwal kapal, penundaan pelayaran, dan protokol keselamatan di dermaga.

Imron dan Taufikur mengimbau masyarakat yang melakukan mudik melalui jalur laut untuk selalu memantau informasi cuaca, mengikuti arahan petugas pelabuhan, dan datang lebih awal untuk mengantisipasi perubahan jadwal.

“Keselamatan penumpang, awak kapal, dan pekerja pelabuhan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayaran di Pelabuhan Celukan Bawang,” pungkas Imron. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar