BULELENG, Baliberkabar.id – Tim Penggerak PKK Kabupaten Buleleng kembali mendorong penguatan peran kader di tingkat desa dan kelurahan melalui Gerakan Kulkul PKK–Posyandu. Gerakan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat gotong royong masyarakat dalam mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Penguatan peran tersebut disampaikan dalam rapat rutin TP PKK Kabupaten Buleleng yang dirangkaikan dengan sosialisasi Gerakan Kulkul PKK–Posyandu di Gedung Laksmi Graha, Singaraja, Kamis (8/1). Kegiatan ini diikuti kader PKK dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Buleleng.
Rapat dibuka secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, dengan pemukulan kulkul yang didampingi Sekretaris TP PKK Buleleng, Ny. Hermawati Supriatna.
Dalam arahannya, Ny. Wardhany Sutjidra menegaskan bahwa kader PKK memiliki peran strategis sebagai penggerak utama di tengah masyarakat. Menurutnya, Gerakan Kulkul PKK dan Posyandu merupakan wadah kolaborasi yang mengedepankan nilai adat dan budaya Bali, khususnya semangat gotong royong.
Ia menyampaikan bahwa pada 11 Januari mendatang, gerakan gotong royong akan kembali digaungkan secara serentak. Para kader diminta tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga meneruskan semangat tersebut hingga ke lingkungan masing-masing.
“Setelah pertemuan ini, pesan gotong royong agar disampaikan dan diwujudkan di wilayah masing-masing. Kader PKK harus menjadi contoh di masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa berbagai persoalan daerah, termasuk penanganan sampah, tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Partisipasi dan kepedulian masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program-program pembangunan.
“Tanpa gotong royong masyarakat, upaya pemerintah tidak akan berjalan maksimal. Kepedulian bersama adalah kekuatan utama kita,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Buleleng, Gede Supartawan, menyampaikan bahwa TP PKK Buleleng telah menyiapkan sejumlah agenda strategis pada tahun 2026.
Program tersebut antara lain aksi sosial Bergerak dan Berbagi, Pasar Rakyat PKK, serta peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang akan diisi dengan berbagai kegiatan dan lomba kreativitas.
Selain agenda tersebut, TP PKK Buleleng juga akan mengikuti proses evaluasi penghargaan Adipati dari TP PKK Provinsi Bali. Setiap kabupaten diminta mengajukan tiga nominator terbaik sebagai representasi daerah.
Menurut Supartawan, sosialisasi Gerakan Kulkul PKK–Posyandu menjadi langkah awal penting agar seluruh kader memiliki pemahaman yang sama dalam mendukung program pembangunan pemerintah daerah.
“Keseragaman pemahaman di tingkat bawah sangat penting agar gerakan ini berjalan efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui penguatan peran kader dan penghidupan kembali nilai gotong royong berbasis kearifan lokal, TP PKK Buleleng diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan sosial dan lingkungan di Kabupaten Buleleng. (Smty)


Social Header