Breaking News

Lewat Kejuaraan Gulat, KONI Buleleng Mulai Saring Kekuatan Menuju Porprov Bali 2027


BULELENG, Baliberkabar.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Buleleng mulai memanaskan mesin persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027. 

Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni menjadikan ajang kejuaraan gulat sebagai sarana pemetaan dan seleksi atlet potensial sejak dini.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Buleleng Wrestling Championship Cup I yang digelar di Aula SMAN Bali Mandara, Sabtu hingga Minggu, 24–25 Januari 2026.

Kejuaraan ini diikuti 193 atlet dari Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB), yang bertanding dalam 21 nomor pertandingan.
Ajang ini dibuka langsung Ketua Umum KONI Buleleng Gede Supriatna, didampingi Ketua Pengprov PGSI Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi serta Ketua Pengkab PGSI Buleleng Ni Made Sri Narawati.

Ratusan pegulat muda yang tampil menjadi bahan evaluasi awal untuk melihat kesiapan sekaligus potensi atlet Buleleng menuju ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.

Ketua Umum KONI Buleleng Gede Supriatna mengatakan, kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari strategi jangka panjang KONI dalam menyiapkan atlet secara terukur dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemetaan atlet sejak awal sangat penting agar pembinaan dapat dilakukan secara tepat sasaran. Ia juga mengapresiasi peran SMAN Bali Mandara yang selama ini konsisten menjadi pusat pembinaan atlet gulat di Bali.

Kejuaraan ini menjadi langkah awal untuk memanaskan atlet, sekaligus mendata potensi yang dimiliki Buleleng. SMAN Bali Mandara sudah terbukti menjadi sentra pembinaan gulat yang melahirkan atlet-atlet ke seluruh kabupaten/kota di Bali,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PGSI Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi menilai kesiapan gulat Buleleng menuju Porprov sudah berada di jalur yang tepat. Ia menyebut, kejuaraan ini efektif sebagai ajang seleksi dan pemetaan atlet di setiap kelas pertandingan.

Rai Dharmadi juga mengungkapkan, saat ini setidaknya lima kabupaten/kota di Bali mulai serius menurunkan bibit-bibit baru di cabang olahraga gulat. Dengan kondisi tersebut, peluang Buleleng untuk bersaing meraih medali, termasuk menghadapi daerah kuat seperti Badung, dinilai cukup terbuka.

“Dari kejuaraan ini kita bisa melihat langsung kesiapan atlet yang akan diproyeksikan ke Porprov. Harapannya, Buleleng bisa tampil maksimal dan bersaing di papan atas,” katanya.

Meski demikian, Rai Dharmadi mengingatkan pentingnya dukungan sarana dan prasarana, khususnya matras pertandingan, agar pembinaan gulat di Buleleng dapat berjalan optimal.

“Jika ingin menjadikan Buleleng sebagai barometer gulat Bali, fasilitas pendukung harus dilengkapi. Pembinaan dan tempat sudah ada, tinggal memperkuat sarana agar prestasi bisa lebih maksimal,” tutupnya. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar