Para petugas yang berwenang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kemudian membawa korban ke kediaman keluarganya.
BULELENG, Bali Berkabar – Aktivitas proyek di Banjar Ejungsangiang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar, Jumat (20/2/2026) pagi mendadak terhenti setelah seorang pekerja ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam bedeng tempat istirahat pekerja.
Korban diketahui bernama Ketut Arcana (28), asal Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng. Ia ditemukan sekitar pukul 10.30 WITA oleh rekan kerjanya dalam posisi telungkup di lantai bedeng.
Kapolsek Banjar saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya menerima laporan sekitar pukul 11.00 WITA dan langsung turun ke lokasi.
“Personel segera mendatangi TKP, mengamankan lokasi, serta berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Buleleng dan tenaga medis dari Puskesmas Banjar 1. Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Kapolsek Banjar.
Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang diperoleh kepolisian, korban pada pukul 07.00 WITA masih terlihat bekerja membenahi lampu di area selatan proyek.
Saksi Suyar (40), rekan kerja korban, menyampaikan kepada penyidik bahwa korban sempat bekerja bersamanya sebelum beristirahat.
“Sekitar jam tujuh pagi korban masih bersama saya dan Isna membenarkan lampu. Setelah itu dia berjalan ke arah bedeng untuk istirahat,” ujar Suyar.
Keterangan senada disampaikan saksi Suardi (43). “Kami sempat melihat korban duduk di depan bedeng sekitar pukul 07.10 WITA, lalu masuk ke dalam,” ungkapnya.
Sekitar pukul 10.00 WITA, Suyar berniat mencari korban untuk menanyakan ukuran jendela proyek. Dari jarak kurang lebih 10 meter, ia melihat korban sudah dalam keadaan tergeletak.
“Dari jauh saya lihat dia sudah terbaring di dalam. Saya langsung panggil teman-teman untuk memastikan,” tutur Suyar.
Rekan-rekan korban lainnya yang saat itu berada di lokasi juga menyatakan kepada polisi bahwa tidak ada keributan maupun kejadian mencurigakan sebelum korban ditemukan.
Saksi Putu Mertawan Tirtasari (33), yang juga bekerja di proyek tersebut, menyebut korban sudah dikenalnya sekitar tiga tahun.
“Kami sudah lama kerja bersama. Korban memang sering mengeluh sakit sinus,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.
Dokter dari Puskesmas Banjar 1, dr. I Made Perdana, menyampaikan hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan.
Ditemukan lebam mayat di bagian dada tengah dan samping kanan yang hilang saat ditekan serta belum terdapat tanda kaku mayat. Perkiraan waktu meninggal antara dua hingga delapan jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Di lokasi juga ditemukan bekas muntahan dan tanda buang air kecil pada tubuh korban.
Tim Inafis Polres Buleleng mencatat korban ditemukan dalam posisi telungkup dengan sisa makanan di mulut dan di lantai sekitar tubuh. Tidak ditemukan tanda pengerusakan di sekitar bedeng.
Kapolsek Banjar menegaskan keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
“Pihak keluarga sudah membuat surat pernyataan menerima peristiwa ini dan tidak bersedia dilakukan autopsi. Penanganan tetap kami lakukan sesuai prosedur,” tegasnya.
Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk proses lebih lanjut. (Sdn)


Social Header