BULELENG, Baliberkabar.id – Riuh tepuk tangan dan denting bola tenis meja memecah suasana GOR Bhuana Patra, Singaraja, Selasa (24/3). Di balik semarak HUT ke-422 Kota Singaraja, terselip pesan serius: Buleleng mulai memanaskan mesin menuju Porprov Bali 2027.
Puluhan pasangan ganda turun bertanding. Bukan hanya dari kalangan instansi pemerintah, lembaga, hingga TNI-Polri, namun juga pelajar dari berbagai kabupaten di Bali. Kehadiran atlet muda ini bukan tempelan seremonial, melainkan sinyal kuat dimulainya regenerasi.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, secara terbuka menegaskan arah kebijakan tersebut saat membuka kejuaraan. Ia melihat turnamen ini sebagai ruang uji mental sekaligus ajang mengasah kemampuan atlet sejak dini.
“Ini bukan sekadar pertandingan. Ini bagian dari pembinaan dan persiapan menuju Porprov 2027,” tegasnya.
Di lapangan, tensi pertandingan langsung terasa sejak babak awal. Format setengah kompetisi yang dilanjutkan sistem gugur memaksa setiap pasangan tampil tanpa celah. Kesalahan kecil berujung kekalahan.
Di tengah pertandingan, satu hal yang mencolok adalah keberanian pelajar menghadapi lawan-lawan yang lebih matang. Mereka tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar bertarung. Pukulan cepat, rally panjang, hingga strategi permainan menunjukkan bahwa bibit-bibit baru mulai terbentuk.
Panitia pelaksana, Made Lestariana, menyebut kejuaraan ini sengaja dirancang bukan hanya untuk kompetisi, tetapi juga sebagai alat ukur.
“Ini wadah evaluasi kemampuan, terutama bagi pelajar yang diproyeksikan tampil di Porprov nanti,” ujarnya.
Tak hanya itu, turnamen ini juga menjadi ruang mempererat hubungan antar instansi dan komunitas olahraga di Buleleng. Di balik persaingan, terlihat suasana keakraban yang tetap terjaga. Dengan total hadiah Rp12,5 juta yang diperebutkan, setiap pertandingan berlangsung ketat. Namun lebih dari sekadar juara, yang sedang dibangun adalah fondasi. (Smty)


Social Header