Breaking News

Stok Pangan di Pasar Badung Aman Jelang Lebaran, Harga Telur dan Cabai Mulai Merangkak Naik

Foto: Dr. I Wayan Sunada, S.P., M.Agb., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

DENPASAR, Baliberkabar.id – Menjelang arus mudik dan Hari Raya Idulfitri, kondisi ketersediaan bahan pangan di Pasar Badung, Denpasar, masih terpantau aman. Hasil pemantauan pada Rabu (11/3/2026) sekitar pukul 17.00 WITA menunjukkan berbagai kebutuhan pokok masyarakat seperti daging, telur, sayur-mayur hingga bumbu dapur masih tersedia di lapak para pedagang.

Pantauan di pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar itu menunjukkan pasokan bahan pangan belum mengalami gangguan. Para pedagang mengaku stok yang mereka miliki masih cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga mendekati Lebaran.

Meski ketersediaan barang relatif aman, pergerakan harga pada beberapa komoditas mulai terlihat. Sejumlah pedagang menyebutkan telur dan cabai mengalami kenaikan tipis, sedangkan komoditas lainnya masih bertahan pada harga yang relatif stabil.

Foto: Indri, seorang pedagang daging ayam, dan Ketut Suwartini, seorang pedagang telur di Pasar Badung.

Di sisi lain, aktivitas pembeli di pasar juga mulai sedikit berkurang. Kondisi tersebut diduga karena sebagian warga yang bekerja atau menetap di Denpasar mulai pulang ke kampung halaman lebih awal menjelang musim mudik.

Namun demikian, aktivitas perdagangan di Pasar Badung masih berlangsung cukup dinamis. Interaksi antara pedagang dan pembeli tetap terlihat di berbagai los dan kios yang menjual kebutuhan harian masyarakat.

Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Badung, Indri, mengatakan bahwa stok dagangannya masih dalam kondisi aman. Bahkan, menurutnya harga daging ayam saat ini justru sedikit mengalami penurunan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

“Stok masih ada dan aman. Harga juga sedikit turun. Biasanya sekitar Rp40 ribu sampai Rp42 ribu per kilo, sekarang sekitar Rp37 ribu sampai Rp38 ribu per kilo,” ujarnya.

Ia menduga turunnya harga tersebut dipengaruhi oleh pasokan yang cukup melimpah, sementara jumlah pembeli mulai berkurang karena sebagian masyarakat sudah meninggalkan Denpasar untuk mudik.

Sementara itu, pedagang telur di Pasar Badung, Ketut Suwartini, menyampaikan bahwa harga telur saat ini mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa. Menurutnya, harga telur bergantung pada ukuran yang dijual di pasaran.

“Kalau sebelumnya sekitar Rp1.700 sampai Rp1.800 per butir, sekarang ada yang sudah sampai Rp2.000 per butir, tergantung ukuran telurnya,” jelasnya.

Foto: Aktivitas di pasar Badung.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, mengatakan pihaknya telah melakukan langkah antisipasi sejak jauh hari guna menjaga ketersediaan pangan menjelang hari besar keagamaan.

“Kami sudah melakukan koordinasi sejak awal, termasuk dengan Polda Bali untuk memantau ketersediaan bahan pangan dan perkembangan harga di pasaran,” ungkapnya.

Sunada menjelaskan bahwa kenaikan harga pada komoditas cabai kemungkinan dipengaruhi oleh faktor cuaca. Curah hujan yang tinggi dan suhu udara yang lebih dingin belakangan ini disebut dapat mempengaruhi produktivitas tanaman cabai.

“Kalau produksi berkurang karena cuaca, tentu pasokan juga berkurang. Biasanya kondisi itu yang menyebabkan harga cabai sedikit naik. Namun secara umum komoditas lainnya masih relatif stabil,” terangnya.

Pemerintah Provinsi Bali memastikan pemantauan terhadap ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan akan terus dilakukan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri, guna memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar