Klungkung, Baliberkabar.id – Dering telepon yang sejak sore tak kunjung dijawab perlahan berubah dari hal biasa menjadi sumber kepanikan. Di seberang sana, seorang anak di Jakarta hanya bisa menatap layar ponselnya, menunggu satu hal sederhana: panggilan diangkat.
Namun harapan itu tak kunjung datang.
Dari sore hingga malam, telepon berdering tanpa jawaban. Pesan masuk tanpa balasan. Situasi yang awalnya dianggap sepele berubah menjadi kegelisahan. Pikiran mulai ke mana-mana.
Tak ingin larut dalam kecemasan, laporan pun disampaikan melalui Call Center 110 milik Polres Klungkung pada Kamis (26/3/2026).
Respons datang cepat. Personel Samapta II bersama Bhabinkamtibmas langsung bergerak menuju rumah orang tua pelapor di Perum Pesona Lepang, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan.
Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan dengan penuh kehati-hatian. Pintu rumah diketuk, sambil memanggil dari luar.
“Swastiastu… halo...”
Sejenak suasana hening.
Tak lama kemudian, pintu terbuka perlahan. Seorang bapak muncul dengan wajah sedikit kaget, seperti baru terbangun.
“Ya… ada apa ya, Pak Polisi?” ujarnya heran.
Dengan tenang, petugas menjelaskan maksud kedatangan mereka. Bahwa sang anak di Jakarta sejak sore mencoba menghubungi, namun tak kunjung tersambung dan diliputi kekhawatiran.
Mendengar itu, ekspresi sang bapak berubah. Bukan panik, melainkan senyum tipis antara lega dan sedikit malu.
“Aduh, maaf sekali, Pak… saya ketiduran dari sore. Tidurnya pulas sekali, jadi tidak dengar kalau ada telpon masuk,” ujarnya santai.
Di titik itu, ketegangan yang sempat terasa langsung mencair.
Tak ada kejadian darurat. Tak ada kondisi membahayakan. Hanya satu hal sederhana: tidur yang terlalu nyenyak.
Petugas pun segera menghubungi sang anak di Jakarta untuk memastikan kondisi tersebut.
“Bapak dalam keadaan aman dan sehat. Tadi tidak merespons karena tertidur,” ujar petugas.
Di seberang telepon, rasa panik pun luruh. Berganti lega, mungkin juga disertai tawa kecil.
“Terima kasih banyak, Pak Polisi,” ucap sang anak.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Klungkung, I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, menegaskan bahwa layanan 110 selalu siap merespons laporan masyarakat selama 24 jam.
Peristiwa ini menjadi potret sederhana: ketika komunikasi terputus, kekhawatiran bisa membesar. Namun, tidak semua yang tampak mengkhawatirkan berujung buruk.
Di satu sisi, anak panik luar biasa.
Di sisi lain, orang tua sedang menikmati tidur terbaiknya.
Dan pada akhirnya, cerita ini menyisakan satu hal yang sulit dilupakan:
Telepon boleh berdering berkali-kali,
notifikasi bisa berbunyi tanpa henti…
tapi kalau sudah berhadapan dengan tidur lelap, semuanya bisa kalah. (Smty)


Social Header