Denpasar, Baliberkabar.id – Pendidikan tinggi tak lagi menjadi jaminan seseorang mendapatkan pekerjaan sesuai jurusan. Di tengah sempitnya lapangan kerja dan ketatnya persaingan, idealisme kerap harus berhadapan langsung dengan realitas.
Di era sekarang, sikap terlalu memilih pekerjaan justru bisa menjadi jebakan. Banyak lulusan sarjana akhirnya harus berdamai dengan keadaan, menjalani pekerjaan yang tidak selalu sejalan dengan latar belakang pendidikan demi tetap bertahan hidup.
Kisah itu tergambar dari sosok Billy (34), perantau asal Jakarta yang kini bekerja sebagai juru parkir di salah satu minimarket di Denpasar. Tak banyak yang tahu, ia merupakan lulusan S1 Sastra Inggris BINUS Internasional dan menguasai dua bahasa asing, yakni Bahasa Inggris dan Tagalog.
Ditemui saat bertugas, Kamis (2/04/2026), Billy mengaku tetap menjalani pekerjaannya dengan penuh tanggung jawab, meski tidak linear dengan pendidikannya.
“Yang penting tetap bekerja, sambil cari peluang lain,” ujarnya singkat.
Kemampuan bahasanya pun tak terbuang sia-sia. Ia kerap membantu wisatawan, mulai dari memberikan arah hingga membantu komunikasi sederhana di lokasi.
Billy menuturkan, kemampuan tersebut tidak hanya diperoleh dari pendidikan formal, tetapi juga diasah secara mandiri karena ketertarikannya pada bahasa dan budaya.
Di tengah kerasnya realitas hidup di perantauan, Billy memilih untuk tidak terpaku pada gengsi. Baginya, pekerjaan apa pun selama halal dan bisa menghidupi diri tetap layak dijalani.
Sejumlah warga menilai, sikap Billy mencerminkan etos kerja dan kemampuan adaptasi yang kini semakin dibutuhkan. Di saat banyak orang masih terpaku pada idealisme pekerjaan, Billy justru menunjukkan bahwa bertahan dan terus bergerak adalah pilihan yang lebih realistis.
Kisah ini menjadi potret nyata bahwa pendidikan tinggi tetap penting, namun tidak bisa selalu dijadikan patokan tunggal dalam menentukan arah hidup. Fleksibilitas, kemauan bekerja, dan kesiapan menghadapi kenyataan menjadi kunci di tengah dinamika dunia kerja saat ini.
Billy pun tetap menjalani profesinya sebagai juru parkir, sambil menyimpan harapan suatu saat bisa mendapatkan kesempatan kerja yang lebih sesuai dengan kompetensinya. Namun bagi dirinya, langkah kecil hari ini tetap berarti untuk menjaga keberlangsungan hidup. (Smty)


Social Header