Sebuah ilustrasi menggambarkan seorang polisi yang sedang menyelamatkan seorang wanita yang diduga hendak mengakhiri hidupnya.
Buleleng, Baliberkabar.id – Suasana malam di kawasan Jembatan Banyuning, Singaraja, yang biasanya lengang, mendadak berubah mencekam pada Senin (6/4) sekitar pukul 23.30 WITA. Seorang perempuan berinisial KMA nekat berdiri di sisi jembatan dengan kondisi emosional tidak stabil, diduga hendak mengakhiri hidupnya.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Indra yang melintas di lokasi. Ia menaruh curiga setelah melihat korban berdiri terlalu dekat dengan pembatas jembatan dengan gelagat gelisah dan tidak wajar.
Tanpa berpikir panjang, Indra langsung menghubungi layanan darurat 110 milik Polri. Laporan tersebut segera direspons cepat oleh aparat kepolisian.
Tim gabungan dari Polres Buleleng bersama Polsek Singaraja langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat, petugas mendapati korban masih berada di titik berbahaya dengan kondisi emosional yang labil.
Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Petugas harus melakukan pendekatan secara persuasif dan penuh kehati-hatian agar tidak memicu tindakan nekat dari korban. Dengan komunikasi yang humanis, polisi berupaya membangun kepercayaan serta menenangkan kondisi psikologis korban.
Setelah beberapa saat dilakukan pendekatan, korban akhirnya mulai merespons arahan petugas. Secara perlahan, KMA bersedia menjauh dari sisi jembatan dan berhasil diamankan tanpa adanya insiden.
Selanjutnya, korban langsung dievakuasi ke Mapolres Buleleng guna mendapatkan penanganan lebih lanjut. Polisi juga segera berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk memberikan dukungan emosional terhadap korban.
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengapresiasi peran cepat masyarakat dalam mencegah terjadinya aksi bunuh diri.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang cepat tanggap melaporkan kejadian ini. Respons cepat sangat membantu kami dalam melakukan tindakan penyelamatan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani kasus-kasus serupa, terutama yang berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang.
“Dalam situasi seperti ini, kami mengutamakan pendekatan persuasif dan empati agar korban merasa aman dan tidak semakin tertekan,” tambahnya.
Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kejadian mencurigakan, terutama yang berpotensi membahayakan keselamatan jiwa seseorang. Dalam kasus ini, satu laporan cepat dari warga terbukti mampu menyelamatkan nyawa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan kesehatan mental masih menjadi isu serius di tengah masyarakat. Kepedulian lingkungan sekitar dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. (Smty)


Social Header