Foto: tangkapan layar video yang menunjukkan seorang warga negara asing asal Italia diduga menampar seorang warga di Denpasar karena merasa terganggu oleh suara masakan dari istri korban. (Video: Netizen)
Denpasar, Baliberkabar.id – Suara aktivitas dapur yang biasa terdengar di pagi hari justru berujung ricuh di kawasan Jalan Gunung Soputan, Gang Ulun Suwi, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat. Seorang warga negara asing (WNA) asal Italia diduga nekat menampar warga lokal hanya karena merasa terganggu.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 08.00 Wita itu kini menjadi sorotan setelah video cekcoknya viral di media sosial dan menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Insiden bermula saat seorang ibu rumah tangga tengah memasak di dapur rumahnya. Aktivitas yang lazim dilakukan di lingkungan permukiman itu diduga memicu keberatan dari tetangganya, JF (41), WNA asal Italia yang tinggal di sebuah guest house di lokasi yang sama.
Teguran yang disampaikan berubah menjadi adu mulut. Suasana cepat memanas. Kadek R (29), suami dari ibu tersebut, yang saat itu sedang beristirahat di dalam rumah, keluar untuk mencoba meredakan situasi.
Namun upaya tersebut justru berujung pada dugaan aksi kekerasan. Terlapor disebut melayangkan tamparan ke pipi kiri korban, membuat suasana makin tegang dan mengundang perhatian warga sekitar.
Tak terima, korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Denpasar.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan adanya laporan tersebut dan memastikan penanganan tengah berjalan.
“Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam penanganan Satreskrim Polresta Denpasar,” ujarnya.
Ia menegaskan, polisi telah melakukan serangkaian langkah awal penyelidikan.
“Petugas sudah melakukan olah TKP, memeriksa pelapor dan saksi-saksi, serta meminta keterangan dari terlapor. Korban juga telah menjalani visum di RS Bhayangkara,” tambahnya.
Kasus ini mengarah pada dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam Pasal 466 KUHP.
Sementara itu, video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik pertengkaran yang berlangsung panas hingga berujung aksi kekerasan. Tidak sedikit warganet yang menyayangkan tindakan tersebut, mengingat pemicunya dinilai sepele.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian. Proses hukum pun terus berjalan untuk memastikan penanganan kasus dilakukan secara objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku. (Smty)


Social Header