Karangasem, Baliberkabar.id – Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Besakih kembali digelar pada tahun 2026, menjadi momentum sakral yang menyedot ribuan pemedek dari berbagai wilayah Bali dan luar daerah. Upacara agung ini merupakan salah satu rangkaian yadnya terbesar di Bali yang dipusatkan di Pura Besakih sebagai Pura Agung umat Hindu.
Berdasarkan rangkaian upacara, Karya IBTK tahun 2026 telah dimulai sejak awal April dan akan berlangsung selama beberapa minggu ke depan, dengan puncak karya yang biasanya jatuh pada hari-hari utama dalam kalender upacara, sebelum akhirnya ditutup dengan prosesi penyineban. Selama periode tersebut, arus pemedek terus meningkat, terutama pada hari-hari puncak persembahyangan.
Dalam pelaksanaannya, umat Hindu datang untuk menghaturkan bhakti melalui persembahyangan di berbagai pelinggih yang ada di kawasan Pura Besakih. Suasana khidmat tampak menyelimuti area pura, dengan iringan upacara, sesajen, serta lantunan doa yang berlangsung hampir sepanjang hari.
Namun di balik kekhusyukan tersebut, sejumlah pemedek mulai menyoroti aspek penunjang pelaksanaan karya, khususnya terkait fasilitas dan pengelolaan kawasan.
Salah satu pemedek asal Singaraja, Gede Surya, yang datang bersama keluarga besarnya, mengaku menghadapi sejumlah kendala saat hendak melaksanakan persembahyangan di malam hari.
"Saya tiba pada malam hari, namun tidak ada transportasi seperti bus antar-jemput atau kendaraan listrik yang sebelumnya disebut-sebut akan membantu para pemedek. Jadi, cukup kesulitan untuk mencapai area pura," ungkapnya kepada wartawan pada Minggu pagi, (12/4/2026).
Selain itu, ia juga menyoroti kondisi kebersihan di beberapa titik kawasan Besakih yang dinilainya masih perlu mendapat perhatian serius.
“Saya juga melihat masih banyak sampah berserakan. Ini tentu sangat disayangkan, apalagi ini kawasan suci,” tambahnya.
Sorotan tersebut menjadi catatan penting di tengah besarnya antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian Karya IBTK, sekaligus menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih optimal antara pihak pengelola, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Di sisi lain, aparat kepolisian tetap melakukan pengamanan intensif guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Personel Polsek Rendang diterjunkan untuk mengatur arus lalu lintas, patroli kawasan, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Kapolsek Rendang, Kompol I Made Berata, menegaskan bahwa pihaknya terus meningkatkan pengamanan selama pelaksanaan karya berlangsung.
“Pengamanan kami lakukan secara maksimal, baik pengaturan arus lalu lintas maupun patroli di kawasan Pura Besakih, agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman, tertib, dan masyarakat bisa bersembahyang dengan nyaman,” tegasnya. (Smty)


Social Header