Breaking News

Cegah Eskalasi Konflik, Satintelkam Polres Karangasem Gelar Penggalangan dan Cooling System di Desa Bunutan


Karangasem - Bali berkabar.id | Sengketa lahan di Banjar Dinas Lean, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, masih menyisakan potensi gesekan antar ahli waris. 

Untuk meredamnya, Tim Opsnal Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Karangasem turun langsung ke lapangan.Dipimpin Kanit II Satintelkam IPDA I Made Suka Santika, SH, personel Unit II Bidang Ekonomi melaksanakan kegiatan penggalangan dan cooling system pada Kamis, 28 Mei 2026, sekitar pukul 10.30 WITA.

Sasaran penggalangan menyasar tokoh keluarga serta warga yang bersinggungan langsung dengan objek tanah seluas 2,345 hektare yang statusnya masih disengketakan.Perselisihan bermula dari kesepakatan jual beli bersama antara I Wayan Kereteasih alm dan I Wayan Suteraning alm atas tanah perbukitan seluas 4,690 hektare. Keduanya sepakat membagi dua secara 
“belah semangka”. Namun pada 2006, ahli waris I Wayan Suteraning mensertipikatkan seluruh bidang tanpa melibatkan ahli waris I Wayan Kereteasih. Sengketa ini berujung putusan Mahkamah Agung Nomor 2243/K/Pdt/2019 yang memenangkan ahli waris I Wayan Kereteasih. Eksekusi putusan sudah dilakukan PN Amlapura pada Desember 2022 - Januari 2023.

Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun serius, IPDA I Made Suka Santika, SH mengajak seluruh pihak menahan diri. Ia menekankan bahwa putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap harus dihormati, dan proses pengukuran batas yang tertunda sejak 2025 hendaknya diselesaikan melalui mekanisme hukum, bukan dengan aksi penguasaan atau penghalangan di lapangan.

Kami hadir bukan untuk memihak. Kehadiran Satintelkam adalah untuk memastikan situasi tetap aman. Silakan tempuh jalur hukum, jangan sampai persoalan tanah merusak kerukunan warga Banjar Dinas Lean,” ujar IPDA I Made Suka Santika, SH di sela kegiatan.Selain dialog, personel juga melakukan cooling system dengan menyambangi lokasi tanah dan berinteraksi langsung dengan warga sekitar. 

Masyarakat diimbau tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah persatuan, serta bersama-sama menjaga iklim investasi dan aktivitas ekonomi lokal tetap berjalan normal. (Sdn/Hms)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar