Breaking News

Pelajar Spendaraja Diajak Jadi Agen Perubahan, Peduli Sampah hingga Bijak Bermedia Sosial

Acara sosialisasi bertema pengelolaan sampah dan literasi digital yang diselenggarakan di aula SMP Negeri 2 Singaraja.

Buleleng, Baliberkabar.id — Ratusan siswa SMP Negeri 2 Singaraja (Spendaraja) tampak antusias mengikuti sosialisasi bertema pengelolaan sampah dan literasi digital yang digelar di aula sekolah setempat, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam membangun generasi muda yang peduli lingkungan sekaligus cerdas bermedia sosial.

Sosialisasi yang mengangkat tema “Pengelolaan Sampah di Bali” itu diinisiasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng serta didukung Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa tidak hanya diberikan pemahaman terkait persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di Bali, tetapi juga diajak membangun kebiasaan sederhana yang berdampak besar bagi lingkungan. Mulai dari memilah sampah organik, anorganik, hingga residu, membawa tumbler sendiri, sampai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng, Made Suharta mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan di tengah masyarakat, terlebih di era digital saat ini.

“Anak-anak muda sekarang tidak hanya harus peduli lingkungan, tetapi juga mampu menggunakan media sosial secara bijak untuk menyebarkan informasi positif dan edukatif,” ujarnya.

Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk mengajak masyarakat lebih sadar terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah yang benar.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Singaraja, I Gede Someada menyebut kegiatan tersebut sejalan dengan program sekolah yang selama ini telah menerapkan pengelolaan sampah organik dan nonorganik di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini, siswa mendapat tambahan wawasan tentang pentingnya menjaga lingkungan sekaligus membangun kebiasaan positif yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif bertanya dan mengikuti materi yang diberikan narasumber. Salah satu siswi peserta, Kanisya mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama terkait cara memilah sampah dan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan positif.

“Saya jadi lebih paham cara mengelola sampah dengan benar. Selain itu, media sosial ternyata juga bisa dipakai untuk mengajak orang lain lebih peduli lingkungan,” ujarnya. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar