BULELENG, Baliberkabar.id — Tak ada yang menyangka perjalanan singkat yang dimulai dari halaman rumah pada Selasa pagi itu akan menjadi perjalanan terakhir bagi pasangan suami istri pemilik villa di kawasan Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Di tengah sejuknya udara pegunungan Buyan yang biasanya menenangkan, suara benturan keras justru memecah keheningan pagi sekitar pukul 07.50 WITA. Dalam hitungan detik, kebahagiaan sebuah keluarga berubah menjadi duka mendalam.
Korban diketahui bernama Hidajat Maruta (81) dan istrinya Indrawati Setiabudi (62). Keduanya meninggal dunia setelah kendaraan Suzuki Pick Up DK-8241-YU yang mereka tumpangi terlibat kecelakaan dengan sebuah minibus HiAce DK-7069-JF di jalur utama Singaraja–Denpasar, tepatnya di Banjar Dinas Buyan, Desa Pancasari.
Tragedi itu menjadi semakin menyedihkan karena seekor anjing peliharaan yang selama ini menemani keseharian pasangan tersebut juga ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, pagi itu Indrawati mengemudikan kendaraan pick-up yang keluar dari area rumah atau vila miliknya yang terletak di sisi barat jalan. Di dalam kendaraan tersebut, ia ditemani oleh suaminya dan anjing kesayangan mereka.
Saat kendaraan bergerak menuju arah selatan, dari arah berlawanan datang minibus HiAce yang dikemudikan Redemtus Kenjam (24). Jarak yang sudah terlalu dekat membuat kecelakaan tak lagi dapat dihindari.
Benturan terjadi dengan sangat keras. Suzuki Pick Up yang ditumpangi pasangan suami istri lanjut usia itu terpental dan mengalami kerusakan parah. Sementara itu, bagian depan HiAce juga ringsek akibat kuatnya tabrakan.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan peristiwa kecelakaan maut tersebut.
Menurutnya, berdasarkan hasil penyelidikan awal, kendaraan pick up saat itu telah berada di tengah badan jalan ketika minibus HiAce datang dari arah selatan menuju utara.
"Pada saat di TKP, posisi pick up sudah berada di tengah jalan, sedangkan jarak dengan HiAce sudah cukup dekat sehingga pengemudi HiAce tidak bisa menghindar dan akhirnya terjadi tabrakan," jelasnya.
Akibat benturan tersebut, Indrawati mengalami luka berat pada bagian kepala, pendarahan dari mulut, serta patah tangan kanan. Sementara Hidajat mengalami luka robek serius pada bagian kepala.
Keduanya sempat mendapatkan pertolongan medis di Puskesmas II Sukasada. Namun upaya penyelamatan tidak mampu mengalahkan beratnya cedera yang dialami.
Tim medis akhirnya menyatakan kedua korban meninggal dunia. Jenazah pasangan yang diketahui berasal dari Kelurahan Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon tersebut kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Buleleng.
Sementara pengemudi HiAce dan para penumpangnya dilaporkan selamat.
Kini, Unit Lantas Polsek Sukasada bersama Satlantas Polres Buleleng masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang menyebabkan kecelakaan tersebut.
Di balik angka statistik kecelakaan, selalu ada keluarga yang kehilangan orang tercinta. Pagi yang bagi sebagian orang hanya menjadi awal aktivitas, bagi keluarga Hidajat dan Indrawati justru menjadi awal dari sebuah kehilangan yang tak akan pernah tergantikan.
Sebuah perjalanan biasa telah berakhir menjadi kisah duka yang meninggalkan air mata, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi siapa saja yang mendengar tragedi tersebut. (Smty)


Social Header