Polsek Singaraja bersama Tim Inafis Polres Buleleng turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta proses evakuasi jenazah.
Buleleng, Baliberkabar.id — Suasana pagi di Banjar Dinas Darma Yasa, Desa Tukad Mungga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng mendadak geger setelah warga menemukan sesosok mayat laki-laki dalam posisi telungkup di aliran parit, Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 07.30 Wita.
Korban diketahui bernama Kadek Wirasa (32), seorang buruh harian lepas asal Desa Anturan.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Jro Putu Wijana yang saat itu hendak buang air besar di sekitar aliran parit. Namun setibanya di lokasi, saksi justru dikejutkan dengan tubuh pria yang terendam air dan hanya mengenakan celana dalam hitam.
Karena panik, saksi langsung memberitahukan temuan tersebut kepada warga sekitar dan menghubungi aparat desa serta Bhabinkamtibmas Desa Tukad Mungga.
Tak lama berselang, personel Polsek Singaraja bersama Tim Inafis Polres Buleleng turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses evakuasi jenazah.
Di sekitar lokasi penemuan mayat, polisi menemukan sejumlah barang milik korban berupa tas pinggang warna krem yang berisi uang dan kartu identitas, sandal slop hitam, kaos hitam, hingga sabun mandi yang diduga digunakan korban sebelum kejadian.
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban sebelumnya sempat berpamitan keluar rumah sekitar pukul 06.00 Wita dengan alasan hendak membeli makanan. Namun keluarga mengaku tidak menyangka korban justru ditemukan meninggal dunia beberapa jam kemudian.
Kakak korban juga mengungkapkan bahwa adiknya memiliki riwayat penyakit epilepsi yang kerap kambuh sewaktu-waktu.
Kapolsek Singaraja, Kompol Gede Juli mengatakan hasil pemeriksaan medis awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dugaan sementara korban mengalami serangan epilepsi saat mandi di parit sehingga terjatuh dan tenggelam. Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” ujarnya.
Pemeriksaan medis awal dilakukan oleh dokter dari Puskesmas Buleleng II. Petugas juga menemukan adanya busa pada mulut korban dan diperkirakan korban telah meninggal sekitar dua jam sebelum ditemukan warga.
Usai dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Buleleng menggunakan ambulans PMI untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah memasang garis polisi serta meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan rangkaian peristiwa tersebut. (Smty)


Social Header