Foto tersebut merupakan tangkapan layar dari rekaman video CCTV yang diunggah oleh akun TikTok milik Adriana Amita, ibu dari korban.
Unggahan tersebut ramai diperbincangkan setelah Adriana meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan orang-orang yang fotonya diunggah tersebut.
Dalam unggahannya, Adriana mengaku masih menantikan proses hukum berjalan dan berharap para pihak yang diduga terlibat dapat segera ditemukan serta dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain mengunggah foto, Adriana juga menyampaikan sejumlah pernyataan yang menurutnya berasal dari cerita korban selama mengalami dugaan penyekapan dan penganiayaan.
Menurut Adriana, putranya pernah menceritakan bahwa saat mengalami penyekapan, para pelaku diduga menyampaikan sejumlah pernyataan yang membuat keluarga korban merasa sangat terpukul dan khawatir.
"Menurut pengakuan mereka waktu sekap dan siksa anak saya, mereka mengatakan bahwa anak saya adalah orang yang sudah korban ke-belasan," tulis Adriana dalam unggahan yang beredar di media sosial.
Namun demikian, hingga berita ini ditulis, pernyataan tersebut masih merupakan klaim yang disampaikan oleh pihak keluarga korban dan belum mendapatkan pembuktian melalui proses hukum maupun keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Adriana juga mengajak masyarakat yang mengenali orang-orang dalam foto tersebut untuk memberikan informasi kepada pihak berwenang apabila mengetahui keberadaannya.
"Saya mohon kepada seluruh bapa, mama, kaka, adi, dan saudara-saudari di mana pun berada, apabila mengetahui keberadaan orang ini agar dapat memberikan informasi," tulisnya.
Lebih lanjut, ia berharap tidak ada pihak yang membantu menyembunyikan orang-orang yang diduga terlibat dalam perkara tersebut apabila memang sedang dicari oleh aparat penegak hukum.
Unggahan itu pun mendapat respons luas dari warganet, terutama dari masyarakat Sumba yang turut membagikan informasi tersebut melalui berbagai platform media sosial.
Sementara itu, keluarga korban berharap proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian dapat segera mengungkap secara terang benderang peristiwa yang dialami Krisno, termasuk mengidentifikasi seluruh pihak yang diduga terlibat.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kebenaran klaim yang disampaikan keluarga korban mengenai dugaan adanya korban lain maupun dugaan jaringan yang disebutkan dalam unggahan tersebut. Oleh karena itu, seluruh informasi tersebut masih menunggu hasil penyelidikan dan pembuktian lebih lanjut dari aparat penegak hukum. (Smty)


Social Header