Breaking News

Pemkab Buleleng Bergerak Cepat Dampingi Keluarga Korban Pengeroyokan di Sidetapa, Siapkan Sekolah Rakyat hingga Program Pemberdayaan

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., memberikan bantuan awal sebagai ucapan belasungkawa terhadap istri dan keluarga korban.

BULELENG, Bali Berkabar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng bergerak cepat memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum KD, korban dugaan pengeroyokan yang terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 12.30 Wita, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, Putu Kariaman Putra, S.Sos., M.M., bersama jajaran pemerintah mengunjungi rumah duka di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Buleleng agar pemerintah hadir secara langsung melihat kondisi keluarga korban sekaligus menyiapkan langkah-langkah penanganan bagi keluarga yang ditinggalkan. Melandrat datang bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Camat Banjar, didampingi perangkat pemerintah lainnya.

Kedatangan rombongan Dinsos P3A disambut langsung oleh istri korban beserta keluarga. Turut hadir Camat Banjar, Kepala Desa Sidetapa, Sekretaris Desa, serta sejumlah perangkat desa. Saat rombongan tiba, rumah duka dipadati warga yang datang menyampaikan belasungkawa. Sejumlah donatur juga tampak silih berganti menyerahkan bantuan secara langsung kepada keluarga korban.

Kariaman mengatakan, pihaknya hadir atas arahan Bupati Buleleng untuk memastikan kondisi keluarga korban sekaligus memberikan solusi sesuai kewenangan pemerintah daerah.

"Seizin Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, dan Bapak Sekda, kami bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Camat Banjar diminta hadir langsung ke rumah duka untuk melihat kondisi riil sekaligus memberikan solusi kepada keluarga," ujarnya.

Berdasarkan hasil pendataan, keluarga korban masih masuk dalam kategori keluarga kurang mampu. Almarhum juga diketahui menjadi tulang punggung keluarga sehingga kepergiannya berdampak besar terhadap kondisi ekonomi keluarga yang ditinggalkan.

Dinsos Buleleng, Putu Kariaman didampingi Camat Banjar, Kepala Dinas Pendidikan Buleleng beserta jajaran saat berkunjung ke rumah korban.

Atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Buleleng, Kariaman menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.

Sebagai bentuk perhatian, Dinsos P3A memastikan keluarga telah mendapatkan akses terhadap berbagai program perlindungan sosial, seperti bantuan pemerintah dan jaminan kesehatan. Selain itu, perhatian khusus juga diberikan terhadap keberlangsungan pendidikan kedua anak korban yang saat ini masih duduk di bangku SMK dan SD.

Salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah adalah memberikan kesempatan kepada anak korban untuk melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat apabila keluarga memberikan persetujuan. Menurut Melandrat, melalui program tersebut seluruh kebutuhan pendidikan hingga kebutuhan hidup siswa ditanggung pemerintah.

"Mulai dari kebutuhan sehari-hari, biaya pendidikan, asrama hingga kebutuhan lainnya akan ditanggung pemerintah sehingga diharapkan masa depan anak-anak tetap terjamin," jelasnya.

Selain fokus pada pendidikan anak, pemerintah juga akan memberikan program pemberdayaan kepada istri korban yang kini menjadi orang tua tunggal. Bantuan tersebut meliputi program penguatan ekonomi keluarga, peluang usaha, hingga kemungkinan bantuan perbaikan rumah sesuai hasil asesmen yang dilakukan pemerintah.

Di bidang pendidikan, Pemkab Buleleng melalui Dinas Pendidikan juga akan mengupayakan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), beasiswa, serta membuka peluang bantuan dari para donatur sebagaimana selama ini diberikan kepada keluarga kurang mampu.

Dalam kunjungan tersebut, Dinsos P3A turut menyerahkan bantuan awal berupa paket sembako dan pakaian layak pakai sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada keluarga korban.

Melandrat juga mengapresiasi kepedulian masyarakat Desa Sidetapa yang terus berdatangan memberikan bantuan dan dukungan moral kepada keluarga korban.

"Kami yakin masyarakat Desa Sidetapa sangat berduka atas peristiwa ini. Banyak pihak yang telah memberikan bantuan untuk meringankan beban keluarga. Mari kita jaga kebersamaan, menjaga keamanan, dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat yang berwenang," pungkas Putu Kariaman.

Sementara itu, Kepala Desa Sidetapa, Made Sutama, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng yang telah hadir langsung di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan bantuan kepada keluarga korban.

Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah menjadi bukti nyata kepedulian terhadap warganya yang sedang mengalami musibah. Selain memberikan bantuan, dukungan moral dari pemerintah juga memberikan semangat bagi keluarga yang tengah berduka.

"Kami mewakili keluarga dan seluruh masyarakat Desa Sidetapa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng yang telah datang menyampaikan belasungkawa serta memberikan bantuan kepada keluarga korban. Kehadiran pemerintah menjadi bentuk perhatian yang sangat berarti bagi warga kami yang sedang tertimpa musibah," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi solidaritas masyarakat, para donatur, dan berbagai pihak yang terus berdatangan memberikan bantuan kepada keluarga korban. Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat Desa Sidetapa dalam menghadapi musibah tersebut. (Smty)
© Copyright 2022 - Bali Berkabar