Breaking News

FASS Indonesia Gandeng PKBM Golden Perluas Akses Pendidikan, Siapkan Aplikasi EduGuard+ untuk Pelajar

FASS Indonesia Bermitra dengan PKBM Golden untuk Memperluas Akses Pendidikan, Mengembangkan Aplikasi EduGuard+ bagi Pelajar

JAKARTA, Bali Berkabar – Upaya memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat perlindungan terhadap pelajar terus dilakukan oleh Forum Alumni dan Siswa/i Selaras Indonesia (FASS Indonesia). Melalui rapat kerja yang digelar pada Rabu (1/7/2026), organisasi tersebut menetapkan sejumlah program strategis, di antaranya menjalin kemitraan dengan PKBM Golden serta mengembangkan aplikasi EduGuard+.

Rapat kerja tersebut menjadi forum penyusunan arah program FASS Indonesia sepanjang 2026 yang berfokus pada peningkatan akses pendidikan bagi anak putus sekolah, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan teknologi sebagai media edukasi.

Sekretaris Jenderal FASS Indonesia, Sinyo Widi Pratama, mengatakan kerja sama dengan PKBM Golden merupakan bentuk komitmen organisasi dalam membantu masyarakat yang mengalami kendala mengakses pendidikan formal.

"Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yang putus sekolah maupun berasal dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan. FASS Indonesia hadir sebagai penghubung antara masyarakat dengan lembaga pendidikan yang siap memberikan layanan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Sinyo Widi Pratama.

Dalam kerja sama tersebut, PKBM Golden yang berlokasi di Jakarta Pusat menyatakan kesiapannya menerima rujukan calon peserta didik yang memenuhi persyaratan. Program pendidikan diperuntukkan bagi peserta berusia di bawah 25 tahun sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh PKBM.

FASS Indonesia nantinya akan bertugas melakukan pendataan, penjaringan, hingga pendampingan calon peserta didik yang membutuhkan layanan pendidikan nonformal. Sebagai tindak lanjut kerja sama, PKBM Golden juga akan menyiapkan surat tugas serta kartu identitas bagi petugas lapangan FASS Indonesia.

Selain memperluas akses pendidikan, rapat kerja juga menyepakati pengembangan EduGuard+, sebuah aplikasi yang dirancang sebagai sarana edukasi, pelaporan, dan tindak lanjut berbagai persoalan yang dihadapi pelajar setelah kegiatan sosialisasi di sekolah.

Menurut Sinyo, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah yang dinilai penting dalam mendukung upaya pencegahan berbagai persoalan remaja, seperti perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun bentuk pelanggaran lainnya.

"EduGuard+ kami rancang bukan hanya sebagai aplikasi, tetapi sebagai ekosistem yang mendukung pendidikan karakter, edukasi, serta komunikasi antara pelajar, sekolah, dan para pendamping. Harapannya, teknologi dapat menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif," katanya.

Pada tahap awal, EduGuard+ akan diperkenalkan kepada sejumlah sekolah sebagai media pendukung kegiatan edukasi. Selanjutnya, aplikasi tersebut direncanakan diperluas agar dapat dimanfaatkan masyarakat di berbagai daerah.

Untuk mendukung pengembangan program tersebut, FASS Indonesia akan menyiapkan proposal kerja sama serta mock-up aplikasi sebagai bahan presentasi kepada calon investor dan mitra sekolah.

FASS Indonesia sendiri merupakan organisasi yang berdiri pada 10 November 2024 bertepatan dengan Hari Pahlawan. Organisasi ini menghimpun alumni, pelajar, guru, dan masyarakat dengan tujuan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, kreatif, serta bebas dari pengaruh negatif seperti tawuran, perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan pergaulan berisiko.

Melalui dua program strategis yang mulai dijalankan pada 2026 tersebut, FASS Indonesia berharap dapat memperluas kesempatan memperoleh pendidikan sekaligus memperkuat gerakan edukasi berbasis teknologi bagi generasi muda Indonesia. (Dwi Wahyudi)




© Copyright 2022 - Bali Berkabar