Breaking News

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

Oleh : Dr. I Nyoman Prabu Buana Rumiartha, SH. MH. MAP.
Dewan Pendidikan Bangli.

BALI, BALI BERKABAR – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di berbagai sekolah di Indonesia tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan belajar bagi peserta didik baru. Lebih dari itu, MPLS menjadi momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai fondasi pembentukan Profil Pelajar Pancasila yang religius, toleran, berkarakter, dan peduli terhadap sesama. Selasa, 14 Juli 2026.

Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam MPLS dikemas melalui berbagai kegiatan interaktif, edukatif, dan kolaboratif yang bertujuan membangun karakter siswa sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah. Setiap sila diterjemahkan ke dalam aktivitas nyata yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

Pengamalan Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, diwujudkan melalui doa bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing serta edukasi tentang pentingnya toleransi antarumat beragama. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menanamkan sikap saling menghormati perbedaan keyakinan dan memperkuat nilai-nilai kebhinekaan.

Selanjutnya, implementasi Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, dilakukan melalui penyuluhan anti-bullying (perundungan), kampanye kesehatan mental, hingga sesi perkenalan antarsiswa yang dirancang untuk membangun empati, menghargai pendapat, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan.

Nilai Persatuan Indonesia pada Sila Ketiga diterapkan melalui berbagai permainan dan aktivitas kelompok yang menumbuhkan kekompakan, kerja sama, serta semangat gotong royong. Sejumlah sekolah juga mendorong penggunaan pakaian atau atribut adat daerah pada hari tertentu sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap produk lokal.

Sementara itu, pengamalan Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, diwujudkan melalui penyelesaian tugas kelompok dengan mengedepankan diskusi dan musyawarah. Pemilihan ketua kelompok selama MPLS pun dilakukan melalui musyawarah mufakat sebagai pembelajaran demokrasi yang santun dan bertanggung jawab.

Adapun implementasi Sila Kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dilakukan melalui aksi nyata seperti bakti sosial, penanaman bunga dan pohon di lingkungan sekolah, kerja bakti membersihkan area sekolah, donasi buku untuk perpustakaan, hingga pengumpulan pakaian layak pakai yang akan disalurkan kepada panti asuhan sebagai wujud kepedulian sosial.

Selain kegiatan yang berorientasi pada pendidikan karakter, sekolah juga didorong menciptakan suasana MPLS yang inklusif melalui berbagai aktivitas yang mempererat hubungan antarsiswa. Salah satunya adalah pentas bakat yang memberikan ruang bagi peserta didik baru untuk menampilkan kemampuan terbaiknya, membangun rasa percaya diri, memperluas pertemanan, sekaligus menumbuhkan sikap saling menghargai.

Melalui penerapan nilai-nilai Pancasila secara nyata selama MPLS, diharapkan peserta didik tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki integritas, menjunjung tinggi toleransi, menghargai keberagaman, serta memiliki kepedulian sosial yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

© Copyright 2022 - Bali Berkabar